Wulan KDI Tetap Kagum Meski Eri Susan Terganjal Kasus Plagiat

KAPANLAGI.COM - Hingga saat ini kasus pembajakan yang dilakukan Eri Susan terhadap lagu Aku Rindu yang di produseri Yoyo Padi masih belum terselesaikan. Meski demikian tak membuat Yendini Wulansari atau yang lebih akrab disapa Wulan KDI berhenti mengagumi Eri.

Banyak terinspirasi dari penyanyi pujaan hatinya itulah yang membuat Wulan akhirnya memutuskan untuk kembali meramaikan blantika musik Indonesia dengan mengeluarkan single Cinta Cuit Cuit, setelah sebelumnya sempat vakum lantaran banyak membintangi judul di film televisi (FTV).

Wulan mengaku banyak sekali diberikan pelajaran oleh Eri dalam bernyanyi. Dan ia pun bersyukur pelajaran tersebut bisa digunakan dalam lagu terbarunya yang beraliran disko dangdut itu.

"Iya saya banyak diajarkan sama mba Eri Susan, gimana ambil napas yang baik. Itu dahulu (diajarkan) saat di karantina KDI selama enam bulan pelatihan," ujarnya saat ditemui di kawaasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (24/5).

Dari cara Eri beraksi di atas panggung hingga membawakan lagu selalu menjadi hal yang memotivasi dirinya dalam bermusik. Selain itu Eri juga selalu mengingatkan dirinya agar selalu menjadi diri sendiri saat diatas panggung.

"Yang penting kamu jadi penyanyi, jadi diri sendiri, nggak usah jadi orang lain, ngalir saja. Sensasi yang positif," kenang Wulan mengingat kata-kata Eri.

Maka dari itu hingga kini ketika menyanyikan lagu 'cinta cuit cuit' yang bergenre disko dangdut itu, Wulan mengatakan belum mempunyai goyangan apapun. "Karena memang sekarang kebawa jamannya, nggak nyipta-nyiptain (goyangan), goyang biasa saja," pungkasnya. (kpl/aal/phi)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini