Wayang Semalam Suntuk Meriahkan Ultah Museum Nasional

Jakarta (ANTARA) - Peringatan ulang tahun ke-235 Museum Nasional Indonesia (MNI) akan dimeriahkan dengan pergelaran wayang kulit semalam suntuk bersama dalang Ki Enthus Susmono.

Kepala Museum Nasional Indonesia Intan Mardiana di Jakarta, Jumat mengatakan pergelaran wayang kulit semalam suntuk tersebut untuk memberi hiburan pada masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan pada kebudayaan asli negeri sendiri.

MNI, menurut dia, menggelar serangkaian acara dari 18 hingga 30 Mei 2013 untuk memperingati hari jadinya. Kegiatan tersebut sekaligus untuk memperingati Hari Internasional Museum yang jatuh pada Sabtu (18/5).

Karena itu, ia mengatakan MNI akan turut ambil bagian menunjukkan beberapa koleksi andalan pada acara International Museum Day yang berpusat di Museum Fatahilah, Kota Tua, Jakarta, sejak pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Kegiatan tersebut akan dilanjutkan MNI dengan menggelar berbagai lomba bagi murid-murid SD hingga para mahasiswa pada 22 hingga 27 Mei. Beberapa lomba yang dipertandingkan adalah melukis di media kendi, melukis payung geulis, memainkan angklung, tari saman dan desain cendera mata.

Selanjutnya, ia mengatakan MNI akan mengadakan seminar yang membahas strategi untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, sehingga diharapkan museum bukan hanya sekedar menampilkan masa lalu tapi juga masa kini, dan masa depan. Kegiatan seminar akan dilaksanakan di Museum Nasional Indonesia di Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada 28 Mei.

Sebagai puncak acara digelar Gebyar Festival Hari Museum Internasional dan 235 Tahun MNI dilaksanakan pada 30 Mei dengan ditandai pameran hasil kreativitas edukatif kultural, termasuk pemberian hadiah pada para pemenang lomba.

Acara, menurut Intan, juga akan diramaikan dengan pergelaran kesenian anak-anak berkebutuhan khusus.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Kacung Maridjan mengatakan kegiatan tersebut tentu juga menjadi upaya menumbuhkan cinta masyarakat terhadap museum.

Ia mengatakan gerakan cinta museum tidak afdol jika tidak ditunjukkan dengan kunjungan ke museum. Karena itu seluruh kegiatan diciptakan khusus untuk memikat mansyarakat.(fr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan

  • Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Jakarta International School (JIS) tengah menjadi sorotan publik karena kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan petugas kebersihan di sekolah itu. Namun, sebelum kasus ini mencuat, seorang pedofilia internasional pernah mengajar di JIS. …

  • Nadya Hutagalung dan Cintanya pada Gajah

    Nadya Hutagalung dan Cintanya pada Gajah

    Nadya Hutagalung dan Cintanya pada Gajah

    Bayangkan bila dunia ini tanpa gajah. Setelah menempuh penerbangan berjam-jam, sampailah tim Let Elephants Be Elephants [LEBE] di Bandar Udara Jomo Kenyatta, Nairobi, Kenya, Afrika. Adalah model dan pecinta lingkungan hidup Nadya Hutagalung yang jadi salah satu orang di balik kampanye penyelamatan gajah Afrika ini. Perempuan berusia 40 tahun ini pun banyak berkisah ketertarikannya untuk... The post Nadya Hutagalung dan Cintanya pada Gajah appeared first on Hang Out Jakarta - Berita Artis …

  • Olivia Lubis Jensen Masih Suka Bulu Tangkis

    Olivia Lubis Jensen Masih Suka Bulu Tangkis

    Olivia Lubis Jensen Masih Suka Bulu Tangkis

    TRIBUNNEWS.COM - Baginya, bermain bulu tangkis itu mengasyikkan, karena ada adrenalin tersendiri saat ia bisa memukul koknya dan mendapat angka …