Ustadz Yusuf Mansyur Bantah Ditangkap Bea Cukai Batam

KAPANLAGI.COM - Berita tertangkapnya Ustadz Yusuf Mansyur oleh pihak Bea Cukai Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam karena membawa uang senilai 1,5 juta RM atau sekitar 4 miliar rupiah, dibantah. Menurutnya, dia bukan ditangkap melainkan diperiksa, dan itu merupakan prosedur yang harus dilaluinya.

"Lebay, penangkapan dari mana? Itu prosedur biasa dari temen-temen di pelabuhan, orang bawa tas pasti diperiksa. Nggak ada masalah diperiksa, namanya diperiksa, silakan aja," ujar pengasuh pondok pesantren Daarul Qur'an itu saat dihubungi, Rabu (22/5).

Ustadz Yusuf Mansyur mengakui kalau ada salah komunikasi antara dirinya, timnya, dengan pihak bea cukai. "Saya koordinasi dengan perwakilan kami di Batam, tapi mungkin perwakilan kami di Batam miscommunication dengan teman-teman di Bea Cukai," katanya.

"Dan saya memang tidak dapat clearens paper, karena dari Singapura, Malaysia saya memang nggak dibagi. Menurut temen-temen di Bea Cukai, harusnya di kapal minta. Karena memang saya tidak terbiasa membawa duit seperti itu," lanjutnya.

Akibat ketidakpahaman itu, Yusuf dikenakan denda oleh pihak Bea Cukai Pelabuhan. "Akhirnya saya kena denda, dendanya saya harus Tausyiah di kantor Bea Cukai," pungkasnya tersenyum. (kpl/hen/rea)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan