Ustad Yusuf Mansyur Ajak Masyarakat Cinta Al-Qur'an

Sebagai ustad yang concern dengan pembibitan penghafal Al-Quran, ustad Yusuf Mansyurmemang selalu mengembangkan lembaga yang diasuhnya PPPA (Program Pembibitan Penghafal Al-Quran) Daarul Quran yang sudah memasuki tahun ke-5.

Banyaknya permintaan untuk menyelenggarakan acara menyimak Al-Quran di berbagai daerah, Yusuf Mansyurpun akhirnya mengadakan Indonesia Menyimak Quran. Berlangsung di Masjid Agung At Tin di Taman Mini, Jakarta Timur dari tanggal 16-18 Maret 2012, Indonesia Menyimak Qurandihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah.

"Kalau ini Alhamdulillah yah, jamaah kita semangat banget padahal acaranya dari pagi. Semenjak tanggal 16 sampai hari Minggu. Alhamdulillah stamina masyarakat bagus, bahkan peminatnya banyak. Masyarakat dari daerah pada datang berbus-bus. Dari Jawa Tengah, Lampung, Palembang, Subhannallah. Mudah mudahan ini menandakan bahwa banyak yang cinta akan Al-Quran," papar ustad Yusuf Mansyur.

Minimnya perhatian masyarakat terhadap Al-Quran belakangan ini yang membuat Al-Quran terlupakan. Oleh sebab itu, dalam kesempatan itu, Yusufmenghimbau kepada masyarakat untuk meluangkan waktu untuk membaca Al-Quran.

"Yah kitanya gak ada perhatiannya dengan Quran dan itu yang menjadi kita sulit menyimak. Jadi padahal ini tinggal dengerin doang. Tapi susah karena gak ada waktu buat dengerin. Makanya dalam kesempatan ini, saya menghimbau kepada saya dan keluarga saya dan keluarga besar se-Indonesia untuk meluangkan waktu buat Al-Quran. Kalau tidak, maka kehidupan kita akan dilipat Allah sehingga kita sibuk aja, nggak ada waktu. Jadi luangkan waktulah buat Quran, buat Masjid. Insya Allah mudah-mudahan, kesusahan demi kesusahan Allah ganti dengan kesenangan," tutupnya. (kpl/aia)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini