Titi Qadarsih: Artis Senior Kurang Dihargai

Setelah absen sekian lama dari dunia perfilman, aktris senior Titi Qadarsih kembali berakting lewat film Sang Martir.

Berbeda dengan para artis lain, Titi merasa kurang tertantang dengan peran yang diterimanya. Lantaran, tidak banyak adegan dan dialog yang harus dilakukan dalam film itu.

Hal itu dirasakan juga sebagai bentuk kurang dihargainya para artis senior di dunia perfilman Indonesia. "Sementara ini saya merasa dikesampingkan. Misalnya untuk kontrak saja hanya lewat telephon. Saya datang hanya disuruh bawa baju dua, dan beberapa adegan saja, dan selesai, nggak ada tantangannya kan," katanya.

Titi yang ditemui usai jumpa pers film Sang Martir di XXI, Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Senin (22/10), berharap ada kekompakkan para sutradara dan produser untuk lebih memikirkan artis-artis senior.

"Banyak artis mantan junior, yang sekarang jadi artis senior, dan mereka jarang tampil, sudah harus diperhitungkan. Karena mereka seperti saya juga membawa kesan-kesan baik dalam akting mereka, dan mereka purely berakting dengan profesional karena mereka punya basic," ungkapnya.

Sedangkan artis sekarang ini, menurutnya tidak memiliki dasar ilmu akting yang kuat. Hanya karena kebetulan saja mereka menguasai medan dan kesempatan. Titi juga tidak tahu artis sekarang bisa bertahan sampai usia berapa menjadi artis profesional.

Titi merasa masih banyak rekan-rekan seusianya yang menunggu untuk ikut berperan. Mereka masih bisa diajak memajukan perfilman sesuai dengan kapasitasnya.

"Sebaiknya juga memikirkan hal ini untuk menggandeng artis junior maupun senior untuk memajukan film Indonesia," ucapnya. (kpl/amr/dar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan