Takut Akan Kematian, Awal Perubahan Sakti Ex Sheila On 7

KAPANLAGI.COM - Banyak yang menyayangkan Sakti Ari Seno hengkang dari Sheila On 7 (S07) pada tahun 2006. Terlebih, saat itu alasannya adalah untuk memperdalam ilmu agama Islam. Namun, bagi Sakti hal tersebut adalah pilihan hidupnya.

Hengkang dari SO7, Sakti langsung terbang ke India, Bangladesh, dan Pakistan untuk mempelajari agama Islam lebih dalam dan dakwah selama kurang lebih empat bulan. Bahkan, saat ini Sakti berganti nama menjadi Salman Al-Jugjaywy. Ditemui di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Senin (15/7) Sakti mengaku keputusannya ini berawal dari ketakutannya akan kematian.

"Awalnya, karena takut mati. Kita hidup di dunia sementara di akhirat selamanya. Saya baca buku, catchy lah buku itu. Saya baca, mengingatkan saya bekal apa nanti sementara saya merasa belum banyak bekal yang saya bawa, akhirnya saya menggiatkan diri belajar agama," cerita Sakti.

Keputusan Sakti pun sempat mendapatkan kritikan dari beberapa pihak. Namun, pro dan kontra yang terjadi pada dirinya dipandang sebagai konsekuensi dari keputusannya.

"Pro dan kontra selalu ada, tetapi kita selama mengikuti jalan Allah jangan ragu2," terangnya.

Tak hanya mengganti nama, penampilan Sakti pun berubah. Kini dirinya selalu tampil dengan menggunakan baju gamis, kopiah, dan berjenggot. Baginya, banyak hikmah yang didapat dari perubahannya ini. Dirinya kini merasa lebih mudah untuk menjalani hidup.

"Yang udah didapat Insya Allah kemudahan menjalani kehidupan. Ya kaya kambing atau sapi saat bajak sawah mereka ga repot kalau mereka taat sama majikannya makanan diantar, begitu juga kalau kita taat sama Allah," papar Sakti.

Hengkang Dari Sheila On 7, Sakti Bisnis Pakaian Gamis dan Kost-Kostan
Kembali Bermusik, Sakti Ex Sheila On 7 Tak Cari Popularitas
Kembali Sebagai Musisi, Sakti Ex Sheila On 7 Gandeng Ade Rai
Dalami Agama, Sakti Ex Sheila On 7 Ganti Nama dan Penampilan (kpl/pur/phi)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan