Susi Indrawati Minta Bagi Hasil Usaha Limbad

Laporan Wartawan Tribun Lampung,  Leo David

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Susi Indrawati, istri pesulap Master Limbad tak hanya melaporkan atas tuduhan perzinahan yang dilakukan suaminya. Susi juga menuntut pembagian usaha Limbad.

Hal ini dikatakan Eddy R Harwanto, pengacara Susi Indrawati. Menurut pengacara asal Metro Lampung ini  kliennya juga menuntut pembagian 70 persen hasil usaha Limbad, di luar keartisan.

"Di luar keartisan, Limbad berprofesi sebagai paranormal," tuturnya, ketika ditemui  di Kota Metro, Lampung, Kamis (13/9/2012).

Menurutnya kliennya itu tidak mengetahui adanya pernikahan siri antara suaminya dengan perempuan berinisial BE.

"Klien saya tidak tahu bahwa Limbad memiliki istri siri, karena itu melaporkan suaminya ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinahan," ujar Eddy

Artis Limbad dipolisikan oleh istrinya sendiri, Susi Indrawati dengan pasal perzinahan ke SPK Polda Metro Jaya, Senin (10/9/2012) pukul 14.15 WIB.

Dalam laporan bernomor LP/3078/IX/2012/PMJ/Dit Reskrimum, Susi sebagai pelapor melaporkan dua orang yakni suaminya Limbad, sebagai terlapor satu dan terlapor dua yakni BE.

Kronologis singkat dalam laporan tersebut kejadian terjadi, 19 Januari 2012 lalu di Global Mansion, Tangerang dan Iris Residence, Jakarta Selatan. Saat itu menurut pelapor telah terjadi perzinahan antara terlapor satu dan terlapor dua.

Gosipi
  • Aktris Alison Pill Tweet Foto Tanpa Busananya di Twitter
  • Istri Charly Van Houten Alami Pendarahan Saat Hamil Muda
  • Cincin Kiki Farrel untuk Mantan Pacar Sammy Simorangkir
  • Mati Gaya, Dewi Rezer Pantang Pakai Baju Ibu Hamil
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini