Sanksi KPI, Program 'Dahsyat' Stop Siaran Tiga Hari

KAPANLAGI.COM - Candaan yang dinilai melecehkan agama telah dilakukan Raffi Ahmad dan Chef Renne Tanju, yang saat itu sebagai bintang tamu acara Dahsyat. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengeluarkan keputusan dengan nomor 138/K/KPI/03/13, yang memberikan sanksi administratif penghentian sementara program musik Dahsyat.

Dalam situs resmi KPI, disebutkan jenis pelanggaran yang dilakukan Dahsyat dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap nilai-nilai agama dan perlindungan anak dan remaja. Pelanggaran ini terjadi pada tayangan tanggal 24 Desember 2012 pukul 06.47 WIB.

Produser program Dahsyat, Oke Jahja atau Opa belum memutuskan kapan Dahsyat akan melaksanakan sanksi yang dijatuhkan KPI, yaitu pemberhentian siaran selama tiga hari. Dahsyat diberi waktu dalam rentang tanggal 6 Maret sampai 20 Maret.

"Belum ada keputusan, masih kita rapatin dulu," ujar Opa di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (11/3).

Dengan adanya sanksi dari KPI, Opa menyambut positif. Dia menyatakan, memahami kerja KPI yang memantau semua siaran yang ada. "Bagus dengan adanya begitu, ya memang harus mengontrol siaran," katanya.

"Kita kan semua divisi akan ada tambahan kontens lain ya, akan jadi pelajaran tersendiri," tutup Opa.

Selain pelanggaran di atas, KPI juga menemukan pelanggaran lainnya pada program yang tayang pada 27 Desember 2012. Saat itu grup Duo Racun menyanyikan lagu berjudul Dari Hongkong yang menampilkan gerakan tubuh dan tarian erotis, mengeksploitasi bokong dan pinggul. Selain itu, ditampilkan adegan Limbad yang memasukkan paku ke dalam lubang hidung. (kpl/hen/rea/dar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan