Sang Ayah Membentuk Ardina Rasti Jadi Sporty

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM-JAKARTA - Sepintas Ardina Rasti terkesan gadis manja. Hal itu terlihat dari gaya bicara dan bahasa tubuhnya. Tapi jangan salah sangka dulu. Ternyata, ia terbiasa dengan olahraga ekstrem yang biasa dilakukan kaum Adam. Di antaranya paralayang dan jetski.

Wanita kelahiran Jakarta, 6 Januari 1986 itu, rupanya menyukai olahraga tersebut berkat sang ayah. Ia memang diperlakukan seperti anak laki-laki oleh ayahnya sejak kecil. Tak heran, kenyataan itu membentuknya sebagai wanita yang tomboy dan sporty.

"Memang dia (ayah) yang mengajak aku paralayang, jetski. Karena dia pengin anak cowok, jadi aku sporty banget," ucapnya semalam saat ditemui di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Saat pertama kali menggeluti paralayang, ia mencoba di Puncak, Bogor, dengan ketinggian 300 meter. Ia juga pernah melakukan hal serupa di Malang dan Palu. Ia seperti merasakan kepuasan ketika melakukannya.

Berada diketinggian membuat adrenalinnya membuncah. Ia harus memperhitungkan semuanya, supaya paralayang tetap seimbang dan terbang lancar. Termasuk membaca arah angin yang kadang kala berubah-ubah.

Kemudian, yang membuatnya semakin menyukai olahraga tersebut, ia bisa lebih dekat dengan alam, melihat pemandangan yang berada di bawahnya. "Sekarang kalau main aku pakai tandem," ucapnya.

News
  • Ardina Rasti Takut Melayang dengan Kebaya
  • Puisi Pak Menhut Undang Decak Kagum
  • Instagram Jualan Foto, Kim Kardashian Protes
  • Ariel NOAH Berurusan dengan Polisi Lagi
  • WWF Ekspresikan Pelestarian Alam Lewat Seni
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan