[Review] 'CINTA BRONTOSAURUS', Anologi Cinta Kadaluarsa

KAPANLAGI.COM - Oleh: Adi Abbas NugrohoKandasnya hubungan asmara yang kerap dialami Dika (Raditya Dika), penulis buku Cinta Brontosaurus, membuatnya berasumsi bila cinta memiliki tanggal expired. Hal tersebut buru-buru dibantah oleh agen naskah Dika, Kosasih (Soleh Solihun), yang terus meyakinkan Dika bahwa cinta tak seperti itu.Sampai suatu hari Dika bertemu dengan Jessica (Eriska Rein). Keunikan Jessica membuat hari-hari Dika penuh warna. Warna warni itulah yang membuat dirinya kembali mempertanyakan keabsahan analogi yang dibuatnya: benarkah cinta bisa kadaluarsa?Meski memakai tajuk CINTA BRONTOSAURUS yang merupakan judul buku kedua Raditya Dika, film arahan Fajar Nugros ini memilih untuk tidak setia pada bukunya. Diakui oleh Dika sendiri bahwa skenario garapannya memang nyeleneh. Seperti yang terlihat, hanya 25% elemen dalam buku hadir di film dan itu tak masalah.CINTA BRONTOSAURUS berhasil menyajikan guyonan-guyonan garing-sih-tapi-bikin-ketawa-juga a la Dika yang noraknya sudah tak perlu ditanyakan. Film ini juga berhasil menyajikan romantisme manis di tengah tumpukan plot yang tersaji.Sayangnya pada paruh kedua film berjalan, ritme penceritaan lari ke sana-kemari. Sehingga penonton kelelahan karena terus diseret untuk memahami alur yang terasa melambat. Beruntung pada saat-saat seperti itu Dika masih mampu memantik tawa penonton.Selain duet Raditya Dika dan Soleh Solihun, mantan wartawan yang berhasil menjadi sidekick dengan jargon "Percaya Sama Kosasih", CINTA BRONTOSAURUS juga didukung oleh sederet nama yang sudah tak asing lagi. Seperti Dewi Irawan, Bucek Depp, Meriam Bellina, Ronny P Tjandra, Pamela Bowie serta penampilan khusus dari penulis Jakarta Undercover; Moamar Emka.CINTA BRONTOSAURUS memang memiliki kekurangan. Beruntung hal tersebut mampu ditutupi oleh direksi Fajar Nugros yang cukup lancar menerjemahkan kegilaan dalam naskah Dika. Jangan lupakan lagu soundtrack dari HiVi yang easy listening dan membangun nyawa beberapa adegan. (kpl/abs)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini