Reuni Dewa 19 Bikin Nangis Ahmad Dhani

Dewa 19 memang pernah merajai belantika musik Indonesia pada era 90-an. Berbagai hits mereka pun telah menjadi santapan sehari-hari anak-anak muda pada masa itu. Tak heran jika di setiap tempat 'nongkrong', lagu-lagu Dewa 19 lah yang diputar.

Namun seiring perjalanan waktu, hal yang lazim di dalam grup band yaitu gonta-ganti personil pun terjadi. Era awal, vokalis Ari Lasso pun digantikan oleh Once. Erwin Prasetyo, Wong Aksan, Yuke, Tio Nugros, pun silih berganti mengisi formasi.

Dan di konser Mahakarya Ahmad Dhani Dewa 19, lagu-lagu Dewa 19 pun dihadirkan dengan format lawasnya, yaitu vokalis Ari Lasso dan Yuke sebagai basisnya serta tak ketinggalan Andra sebagai gitaris yang masih setia bersama Dhani sebagai personil lama yang masih bertahan.

Intro Mukadimah mengalun, lalu barisan marching band dan tentara pun mengawal Ari Lasso, Yuke, Andra ke depan panggung. Dan lagu Restu Bumi menjadi pembuka aksi Ari Lasso cs.

"Selamat malam semuanya. Ternyata lagu Restu Bumi cukup membuat kami meneteskan air mata. Inget-inget jaman dulu. Masa lalu. Dewa yang nonton sekarang umurnya sama ama kami. Dulu yang nonton masih SMA. Alhamdulillah anak saya, Al, El, Dul mulai menggemari lagu-lagu Dewa. Saya rasa itu baik yah," sapa Dhani di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat (13/6).

Elang menjadi lagu selanjutnya. Kali ini Ari Lasso menempatkan diri di depan layar besar yang menjadi backdrop konser ini yang mendadak berwarna gelap dan hanya memperlihatkan sayap sayap putih, memberikan kesan Ari Lasso layaknya manusia bersayap.

"Yang di atas coba disapa Dhan. Itu penuh banget soalnya. Halo semuanya," sambung Ari Lasso yang langsung membawakan lagu Cinta Kan Membawamu dan Aku di Sini Untukmu menjadi lagu terakhir Dewa 19 di sesi pertamanya. (kpl/ato/sjw)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan