Rencana Pernikahan, Awal Retaknya Hubungan Judika - Duma

Hubungan cinta penyanyi Judika dengan Runner Up Puteri Indonesia 2007, Duma Riris Silalahi sedang berada di ujung tanduk. Pertengkaran hebat membuat mereka memutuskan menarik diri dan menunggu kejelasan masing-masing.

Awal pertengkaran ditenggarai soal rencana pernikahan. Ketika baik orang tua Judika dan orang tua Duma bertanya kapan mereka menikah, vokalis Mahadewa ini mengaku masih ingin lebih settle secara finansial karena sebagai penyanyi menurutnya ada masanya.

"Kalau dari orang tua gue iya, sudah sering ditanyain, usia sudah 33 gue dibilang macam-macam targetnya. Dia selalu nanya kamu sudah siap belum, akhirnya debat. Itu enggak gampang, kesiapan itu yang selalu gue kejar. Karena gue enggak mau pernikahan gagal. Kalau jadi menikah ya sudah," ucap Judika ditemui di acara Harmoni Adikarya Titiek Puspa, Balai Sarbini, Jaksel, Jumat (13/01).

Pasangan Judika dan Duma telah berpacaran selama empat tahun. Pria kelahiran Sidikalang, Sumatera Utara, 31 Agustus 1978 ini mengaku menargetkan pernikahan maksimal pada usia 35. Namun demikian, mengaku ingin meniti karir terlebih dahulu, Judika membantah jika dikatakan tidak siap menikah.

"Kalau gue siap, kalau Duma, tanya dia deh," ucapnya. Ingin menikah di usia? "Gue ngeflow, tapi kalau dibatasin 35 sekarang 33. Kan enggak tahu kapan pastinya," tandasnya. (kpl/ato/sjw)


BACA JUGA:

Judika dan Duma putus?
Judika bantah bukan karena tak dapat restu orang tua
Judika berencana menikah tahun 2012
Judika pilih Duma jadi model video klipnya
Judika ingin bangkitkan musik rock di Indonesia

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan