Rekening Ade Namnung Berkurang Setelah Meninggal

Pihak keluarga almarhum komedian Ade Namnung membantah jika dikatakan tuduhan mereka tentang adanya penggelapan yang dilakukan Ramon Papana hanya sekedar pepesan kosong. Mereka pun membeberkan bukti berupa berkurangnya rekening Ade Namnung, setelah bintang tersebut meninggal.

"Di Jabar kita laporkan bersama Rizal (adik Ade), sudah terjadi penggelapan, pengambilan uang setelah almarhum meninggal, di gedung Mandiri Sentul. Kita ada print out dari bank Mandiri, 2 Februari 2 juta, 2 juta, dan 1 juta. Di BCA di Kemang Mansion, dekat lokasi Ramon punya usaha tanggal 2 Februari," ungkap Ramdan Alamsyah (tim pengacara), ditemui di kantor Sunan Kalijaga, Pondok Indah, Jaksel (13/03).

"Kita laporkan bukan pepesan kosong. Uda ada penggelapan yang dilakukan Ramon. Kita laporkan selanjutnya gimana dia mengatakan punya aset itu, dan tidak memberikan di-publish ke kita. Mandiri saldo akhir 331.772. Ada transaksi dari tanggal (02/02) tarik ATM 3 kali. Saldo tanggal (02/02) 5 jutaan. BCA saldo akhir 138.687. Setelah Namnung meninggal ada 5 kali penarikan, 4 kali 1 juta, 1 kali 100 ribu," jelasnya secara mendetail.

Keluarga Ade Namnung pun meminta Ramon tidak membuat opini seolah-olah dirinya berniat baik untuk mengembalikan aset Ade. Pengacara pun mempertanyakan rekening Ade yang berkurang setelah pria tersebut meninggal.

"Jangan buat opini pingin buat niat baik, mengembalikan aset. Jangan seolah-olah dia yang paling benar. Untuk hal ini gak harus menunggu 40 hari. Kita menginginkan kuasa hukum juga harus menggali, untuk mengembalikan aset Ade Namnung," tuturnya.

"Tidak masuk logika, rekening Ade bisa berkurang setelah almarhum meninggal. Selaku ahli waris melaporkan secara resmi. Kenapa Ramon? Sampai detik ini, dompet masih di saudara Ramon. Tertuang di BAP di sentul. Ramon sendiri yang ngomong Dompet, KTP dan ATM," tandasnya. (kpl/ato/sjw)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini