Prisia Nasution: Artis Harus Punya Ego

KAPANLAGI.COM - Seorang artis film dituntut bisa mendalami karakter setiap peran yang didapatkan. Di satu film mendapat karakter lemah lembut, sementara di film lain dituntut harus teriak dan marah-marah. Totalitas seorang artis tidak jarang terbawa dalam kehidupan nyata sang artis. Lantas bagaimana menyikapinya?

Aktris peraih piala citra Festival Film Indonesia (FFI), Prisia Nasution punya cara menyikapinya. Dari sekian film yang sudah dibintangingya terbukti seorang Prisia tetap seorang Prisia Nasution yang memiliki karakter.

"Kalau saya, seorang artis harus punya ego, harus tahu diriku seperti apa. Saat berperan dengan sebuah karakter, 'ya bentar ego aku saya tinggal dulu' setelah selesai seorang Pia kembali. Ego masih ada, dan masih pada karakter semula seorang Pia," ungkap Prisia Nasution di LA Light Indiemovie 2013 di Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) Dome, Sabtu (20/04).

Prisia Nasution menjadi salah satu pembicara dalam ajang tahunan LA Light Indiemovie 2013. Sejumlah sineas senior menjadi mengembleng 500 anak muda di sekitar Malang dan Surabaya yang berminat mengeluti dunia perfilman.

Selain Prisia yang juga alumni Indiemovie, Garin Nugroho (sutradara), John De Rantau (sutradara), Henry R Saputra, Putut Wijanarko (Produser), Faozan Rizal, Gina S Noer dan lain-lain berbagi ilmu seputar perfilman. Bahkan make up artis Jerry Oktavianus (The Raid) dan costume artist Retno Damayanti (SOEGIJA) turut membagikan tekniknya.

"Kalau satu kali gagal jangan langsung putus asa, harus dicoba lagi. Enak kok bermain film, yang utama cintai dulu dunia film, kalau sudah cinta jadi enak. Jatuh bangun jatuh bangun tidak terasa," ungkap Pia. (kpl/dar/rth)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan

  • Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Jakarta International School (JIS) tengah menjadi sorotan publik karena kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan petugas kebersihan di sekolah itu. Namun, sebelum kasus ini mencuat, seorang pedofilia internasional pernah mengajar di JIS. …

  • Klip Kontroversial Robin Thicke, 'Blurred Lines' Paling Laris!

    Klip Kontroversial Robin Thicke, 'Blurred Lines' Paling Laris!

    Klip Kontroversial Robin Thicke, 'Blurred Lines' Paling Laris!

    KAPANLAGI.COM - Sudah pernah liat klip super kontroversial milik Robin Thicke, Blurred Lines? Yap video tersebut dinobatkan jadi yang paling laris dicari lho! …

  • Zeda Salim, Dari Seputar Indonesia ke Silet

    Zeda Salim, Dari Seputar Indonesia ke Silet

    Zeda Salim, Dari Seputar Indonesia ke Silet

    Jakarta, C&R Digital - Setelah Jeremy Teti, kini hadir Zeda Salim. Wanita yang kerap menghiasi program berita Seputar Indonesia ini kini berpindah haluan menjadi presenter di dunia hiburan. Sebagai permulaan, Zeda memilih program infotainment Silet."Sebenarnya saya engga milih di entertainment. Waktu itu keluar berhenti aja. Cuma kan lagi off, kebetulan ada yang nawarin di Silet," ungkapnya kepada C&R Digital saat ditemui di Studio RCTI, Rabu (23/4).Menurut wanita kelahiran 11 Mei 1987 ini, …