Perjalanan Cinta Attalarik Syah - Tsania Marwa

Dua bintang sinetron Attalarik Syah dan sang kekasih, Tsania Marwa telah memantapkan hati untuk menikah. Sempat menjalani hubungan backstreet atau diam-diam, satu momen kejutan diberikan oleh Attalarik kala meminta wanita pujaannya tersebut untuk menjadi istrinya.

"Saya bilang temenin saya undangan. Terus saya kagetin dia deh," ucap Attalarik Syah ditemui di preskon buku fotografi, Directing in Photography di cafe Betawi, Gandaria City, Jakarta, Rabu (21/12).

Attalarik Syah dan Tsania Marwa mulai dekat kala membintangi sinetron yang sama, PUTRI YANG DITUKAR. Awalnya Tsania mengaku tak tahu menahu bila didekati oleh Attalarik.

"Saya syok, nggak nyangka juga. Waktu saya gabung di sinetron itu juga biasa aja. Memang saya jomblo, tapi nggak kepikiran untuk jadian sama dia (Attalarik). Tapi yang bikin saya salut dia itu bener-bener hati-hati, sampe saya nggak sadar kalau dia lagi ngedeketin saya. Jujur saya syok, tapi saya juga punya perasaan yang sama dia," ucap Marwa.

Cinta lokasi yang terjadi di antara mereka berdua berlanjut serius sejak 1 Oktober 2011. Kini mereka melangkah lebih jauh dengan mempersiapkan pernikahan yang masih belum bisa disebutkan tanggalnya.

"Untuk seriusnya (melamar) Oktober tanggal 1. Ada kerancuan tanggal nikah. Kita belum sebut itu kapan sama sekali. Di mana saya harus membicarakan yang khusus lagi, bertemu dengan orang tua Marwah, begitu pun sebaliknya," kata Attalarik.

Selain itu, pasangan yang sama-sama gemar biskuit ini bingung menentukan konsep seperti apa yang bakal mereka gunakan ketika menikah. Terutama karena garis multi etnis di keluarga keduanya.

"Kita multi etnis, bingung juga, masalah konsep (pernikahan) masih ragu. Mau Cina, Batak dll. Yang pasti apapun konsepnya sesimple mungkin, seringan mungkin untuk keluarga kita semua," tandasnya. (kpl/gum/sjw)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini