Pemeriksaan Kasus Ariel NOAH - Pramugari Ditunda

KAPANLAGI.COM - Terkait dengan kasus pencemaran nama baik pramugari Magdalena Awuy yang beberapa waktu diberitakan memiliki hubungan dengan Ariel Noah, Penyidik Polda Metro Jaya menunda pemeriksaan terhadap Renitasari, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation sebagai saksi.

"Hasil koordinasi dengan penyidik. Benar pemeriksaan ditunda. Renitasari minta dijadwal ulang," ujar Rikwanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya saat dihubungi wartawan, Kamis (17/1).

Alasan Renita meminta penundaan sidang menurut Rikwanto karena pada hari ini sudah padat jadwal. "Karena adanya kepadatan jadwal yang bersangkutan (Renitasari) yang sudah dibuat jauh sebelumnya," katanya.

Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika menyatakan akan melakukan pengecekan ulang terlebih dahulu, apakah benar ada pemeriksaan terhadap Renita. "Nanti saya cek dulu yah, saat ini saya lagi ngurusin banjir," jelas Helmy saat dihubungi.

Sebelumnya pimpinan sebuah media online sudah diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut. Pihaknya juga sampai saat ini masih terus mengumpulkan bukti-bukti agar bisa cepat menemukan tersangka.

"Dalam satu kasus itu kita harus lakukan proses penyelidikan, penyidikan dan mengumpulkan barang bukti. Ini untuk membuat terang satu kasus kemudian baru ditemukan tersangkanya. Kalau hal ini sudah terlaksana, baru kita simpulkan siapa tersangkanya," pungkasnya. (kpl/aal/sjw)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan