Peci dan Cincin, Pesan Wasiat Uje Untuk Ustad Solmed

KAPANLAGI.COM - Kepergian Ustad Jeffry Al Buchori menyisahkan duka mendalam bagi sahabatnya, Ustad Sholeh Mahmud atau Ustad Solmed. Pasalnya, beberapa hari sebelum berpulang, almarhum sempat berpesan pada Ustad Solmed.

Ditemui saat melayat di rumah duka, Solmed menceritakan ucapan almarhum yang menitipkan amanat untuk meneruskan perjuangan dakwahnya.

"Tanggal 20 malam Ahad, saya masih ketemu beliau. Saya tanya mata antum kenapa? Saya lihat pandangannya kosong, dia jawab 'Gak apa-apa abis istirahat'. Saat itu kita sampai jam 3 pagi,” kenangnya.

"Tanggal 21 saya datang ke acaranya Hijab yang diselenggarakan oleh sang istri (Pipik). Saya dipanggil sama beliau masuk mobil, tahu-tahu belau ngasih cincin, 'Lo terusin dakwah gue, nih peci buat lo', ini peci punya die nih. Die peluk saya, 'Jangan berhenti berdakwah, umat masih butuh dakwa ente'. Tenyata ini jawaban dari Allah," kata Solmed sambil menangis.

Bandel! Alasan Uje Minta Dimakamkan di Samping Ayahnya
Istri Uje Terus Peluk Peci Putih Kesayangan Suami
Istri Uje Pingsan Setelah Sang Suami Dimakamkan
Foto Ini Gambarkan Banyaknya Pelayat Uje
Uje Kenalkan Anak ke 'Pendamping Setia'
Ustad Jeffry Al-Buchori 'Pamit' Lewat BBM
Uje Sempat Dilarang Naik Sepeda Motor Oleh Ibundanya
Daftar Selebritis Yang Meninggal Karena Kecelakaan
Kronologis Lengkap Kecelakaan Jeffry Al Buchori
Ribuan Orang Iringi Jenazah Ustad Jeffry Al Buchori
Istri Uje Pingsan di Samping Jenazah
Peci dan Cincin, Pesan Wasiat Uje Untuk Ustad Solmed
Para Artis Sampaikan Duka Cita Untuk Jeffry Al Buchori
Keluarga Bantah Jeffry Al Buchori Kebut-Kebutan

"Mungkin ini rasa saya, karena sudah lama tidak ketemu, kita jarang ketemu kayak begitu, nangis kayak mau kehilangan. Cincin die kasih, peci die kasih, lama nggak ketemu," tambahnya saat melayat ke rumah duka, Jumat (26/4/2013).

Apa yang dialami Ustad Solmed sebelum kepergian almarhum, seperti firasat. "Feeling, tenyata itu bagian dari tanda beliau akan pergi tinggalkan kita semua," pungkasnya. (kpl/hen/uji/dar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan