Pasha Ungu: "Kenapa Artis Masuk Dunia Politik Dipandang Sebelah Mata"

Jakarta, C&R Digital - Semenjak jaman Orde Baru, banyak artis dan musisi mulai melebarkan sayap karirnya menjadi seorang politisi. Seperti menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), gubernur atau wakil gubernur, ataupun menjadi salah satu anggota partai politik.

Menurut vokalis Band Ungu, Sigit purnomo Said atau akrab di sapa  Pasha, ia berencana mencalonkan diri sebagai bupati. Baginya setiap warga negara bebas menentukan pilihannya termasuk menjadi seorang politisi. Asalkan punya kemampuan, kredibilitas, wawasan, serta pengetahuan yang luas, maka gak ada masalah.

"Saya pikir nggak ada salahnya, selama mampu dan punya pemikiran yang besar karena menjadi seorang politisi di sini nggak dilihat dari backgroundnya," kata Pasha saat ditemui di kawasan Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan, Senin (13/5) sore.

Menurut pria kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah 27 November 1979 lalu ini, pendidikan bukanlah suatu tolak ukur atau barometer untuk menjadi pemimpin, lantaran dia sangat percaya kalau pendidikan atau gelar itu tidak menjamin seseorang  mempunyai pemikiran yang positif.

"Banyak yang punya gelar bagus, tapi mereka itu juga punya banyak kasus. Saya mengatakan itu bukan saya membela seniman. Untuk itu nggak ada salahnya jika seorang seniman menjadi politisi," tegas bapak empat orang anak ini.

Selain itu, dia berharap suatu saat nanti jika seorang seniman bisa berkolaborasi dengan politik mungkin bisa mendapatkan pencerahan atau angin segar untuk bangsa Indonesia supaya lebih baik dan sejahtera. "Kalau berkarir secara jujur dari dalam hati, kolaborasi seniman dan politik menjadi suatu hal yang baru," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan