The Overtunes Didapuk Sebagai Artis Fender Pertama di Indonesia

Jakarta, C&R Digital - Grup band pendatang baru, The Overtunes terdiri dari  Mikha Angelo, Reuben Nathaniel, dan Mada Emmanuelle ternyata tengah berbahagia pasalnya mereka telah dipercayakan sebagai duta artis Fender pertama di Indonesia. Sebuah merk gitar internasional ternama.

"Kami senang sekali bisa menjadi Fender Artis, apalagi yang pertama di Indonesia. Ini seperti mimpi, dulu kalau lihat Fender di toko gitar pasti harganya mahal banget dan gak mungkin kebeli," kata Mikha Angelo saat ditemui di kantor Sony Music Indonesia, Menteng ,Jakarta Pusat, Rabu (4/12). 

Meskipun telah menjadi Fender Artist, hal itu dikarenakan saat Mikha masih mengikuti ajang pencari bakat nyanyi di X Factor 2012 silam. Tak sengaja, Director for Market Development Fender di Asia, Graham Perkins kebetulan tengah berada di Jakarta dan melihat penampilan Mikha bersama The Overtunes dalam acara X Factor Indonesia.

"Saya berpikir, The Overtunes mempunyai masa depan yang panjang di musik Indonesia, musiknya mereka terbilang unik yaitu elektrik yang menggabungkan genre musik folk dan pop tapi dibawakan secara khas mereka," kata Graham Perkins.

Lanjutnya, Graham Perkins menambahkan pemilihan The Overtunes sebagai Fender Artis lantaran pecinta gitar Fender di Indonesia sangat banyak. Sehingga, Mikha Angelo dan kedua saudaranya itu dinilai mempunyai potensi yang bagus untuk strategi penjualan gitar di Indonesia.

"Kami memang sedang fokus pada band, dan sangat bangga bisa bekerjasama dengan salah satu band Indonesia. Harapannya tentu saja agar The Overtunes bisa membawa musik Indonesia ke luar negeri," katanya.

Atas kepercayaan yang diberikan oleh perusahan gitar Fender, The Overtunes yang baru saja meluncurkan mini album berjudul Sayap Pelindungmu, mereka selalu berusaha menciptakan karya lagu yang terbaik.

 

Berita Lainnya

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan