OMG! Orangtua Kimberly Ryder Biarkan Anaknya Beradegan Hot

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris Kimberly Ryder beradegan hot di kolam renang bareng aktor senior Pierre Gruno dalam film "The Witness" besutan sutradara Muhammad Yusuf. Namun orangtua Kimberly tidak mempermasalahkannya.

Kimberly tak setuju jika adegan tersebut dianggap vulgar. "Itu kan nggak terlalu vulgar ya," ujarnya, Senin, (16/4/2012), saat ditemui usai jumpa pers film "The Witness" di FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat.

Memang ia dan Piere beradegan di kolam renang. Keduanya seperti berciuman. Namun adegan tersebut tidak terlampau kelihatan tegas. Sebab, kamera sengaja menyorotnya dari jarak jauh. Bisa jadi itu bagian dari trik kamera. Itulah mengapa orangtua Kimberly tidak mempermasalahkannya.

Kebetulan lagi, sang ayah juga main dalam film tersebut. "Orangtua nggak apa-apa. Ini kan aku main sama papa, tapi aku nggak pernah main satu frame. Tapi aku suka bertanya papa waktu akting," terangnya.

Yang pasti, lanjut dia, dalam film itu ia berakting dengan cara berbeda. Sebab, The Witness merupakan film bergenre thriller yang pertama kali dibintanginya. Tantangan tersulit yang dihadapi ketika adegan di kolam renang tersebut. "Tantangannya paling ya yang agak intim sama om Pierre. Terus yang waktu ditembak," akunya.

Kendati begitu, wanita bertinggi badan 177 sentimeter itu, menolak jika harus beradegan vulgar dan horor yang mempertontonkan hantu lokal. "Aku cuma nggak pengin main di film yang terlalu vulgar, main yang pocong-pocong gitu nggak ya," tandasnya.

Berita ada di Tribun Jakarta Digital Newspaper edisi Selasa (17/4/2012) pagi. Klik ya!

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan