Nikita Mirzani: Nggak Sengaja Umbar Payudara

Jakarta-C&R/OMG- Nikita Mirzani kena tegur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), lantaran dinilai tampil Vulgar dengan mengeksploitasi payudaranya di tayangan Kakek Kakek Narsis (KKN) episode "Alat Kontrasepsi" yang tayang tanggal 26 Desember 2011 lalu. Lantas bagaimana tanggapan Nikita? "Aku nggak tahu yah ada teguran dari KPI justru setahu aku bukan aku yang ditegur," ucap Nikita saat dihubungi, Senin (16/1/2012) malam.

Setelah dijelaskan, Nikita mencoba mengingat kejadian yang mengakibatkan KPI menegurnya. "Aku lupa, tapi seingat aku, dulu aku pakai baju ketat jadi terlihat lebih besar. Apalagi Kan kalau di TV akan lebih membesar 5 cm. Mungkin di situ aku lagi ngapain dan payudaraku goyang-goyang. Karen menurutku nggak ada unsur kesengajaan menggoyangkan dadaku," terangnya.

Nikita yang mengaku sudah mengundurkan diri dari tayangan tersebut, mengaku merasa aneh dengan teguran dari KPI terhadapnya. Ia mengaku tidak merasa bersalah. "Lagi pula itu kan tayangan dewasa dan tayangnya juga malam hari. Kenapa baru sekarang dipermasalahin," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Nikita menurut KPI telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran pasal 8 dan Standar Program Siaran pasal 9 serta pasal 17 huruf a dengan cara mengeksploitasi tubuh. "KPI beranggapan tindakan yang dilakukan Nikita yang telah ditayangkan oleh stasiun televisi yang bermarkas di kawasan Mampang tersebut, telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran pasal 8 dan Standar Program Siaran pasal 9 serta pasal 17 huruf a," tutur Nini Muthmainnah, wakil ketua KPI saat dihubungi, Senin (16/1/2012). (Deva)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan