Nikita Mirzani: Hukuman Untuk Army Angelia Kurang!

KAPANLAGI.COM - Aktris Nikita Mirzani ternyata sudah mengetahui bila Army Angelia dijatuhi hukuman kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 3 April 2013 lalu. Namun sampai saat ini pun ibu satu anak itu tetap berpendapat, hukuman itu tak pantas didapatkan oleh Army.

"Kalau tiga bulan itu nggak pantas untuk seseorang yang telah mengakibatkan kerugian bagi semua pihak-pihak yang tidak bersalah," ujar Nikita saat dihubungi KapanLagi.com®, Sabtu (13/4).

Baca Juga:

Nikita Mirzani Bantah Berselisih Dengan Dewi Perssik
Vonis 3 Bulan Penjara, Army Angelia Banding Demi Anak
Shanker: Depe dan Nikita Harus Profesional
Dewi Perssik dan Nikita Mirzani Kembali Berselisih
Nikita Mirzani Merasa Diperlakukan Tak Adil

Nikita merasa, hukuman tiga bulan yang harus dijalani oleh Army terlalu ringan dengan apa yang sudah diperbuatnya. Akan tetapi dia mengaku pasrah pada putusan hakim dan ikhlas.

Army sendiri setelah diputus hakim bersalah dan harus menjalani hukuman kurungan, tak serta-merta langsung ditahan. Saat ini dia masih menjadi tahanan kota karena sedang mengajukan banding di pengadilan.

"Saya yakin pasti dia akan menuai apa yang telah dia tanam, apapun keputusannya semua saya serahkan pada Allah," kata Nikita.

Nikita sendiri pada hari Rabu (17/4) besok akan menjalani putusan sidangnya. Dia dituntut jaksa dengan hukuman 5 bulan penjara dikurangi masa tahanan. Kalau nantinya diputus hukuman selama lima bulan, dia mengaku pasrah.

"Nggak tahu lihat aja nanti, saya pasrah saja," pungkasnya.


(kpl/aal/rea/rth)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan