Mulan Jameela Pilihkan Baju untuk Anak Jalanan

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Heribertus Irwan Wahyu Kintoko

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Mulan Jameela (33) terlihat begitu sibuk memilihkan baju dan celana ukuran anak-anak yang terpajang di salah satu 'departement store' ternama di Pejaten Village Mall, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2013).

Sesekali, Mulan menggandeng tangan anak-anak itu. Selama setengah jam, Mulan menemani anak jalanan yang diasuh Komisi Nasional Perlindungan Anak. Diantara Mulan dan anak-anak usia sekolah dasar itu, terlihat Arist Merdeka Sirait.

Arist adalah Ketua Komnas PA. Di acara itu, ada juga dua wakil rakyat yang juga artis lawas Venna Melinda (41) dan Wanda Hamidah (35). Bagi Mulan, anak-anak yang baru dikenalnya itu sudah seperti anaknya sendiri.

Pelantun lagu 'Mahkluk Tuhan Paling Sexy' dan 'Wonder Women' ini memang tidak membelikan anak-anak tadi baju atau celana. Sebab, didalam genggaman tangan-tangan kecil tadi, terdapat 'voucher' belanja senilai Rp 250 ribu dari Komnas PA.

"Ini pengalaman pertamaku," kata Mulan disela menemani anak-anak berbelanja. Penyanyi yang disebut-sebut sudah menjadi istri Ahmad Dhani Prasetyo (42) ini lantas teringat pada kejadian serupa beberapa tahun silam.

"Waktu itu aku lagi belanja di pusat perbelanjaan dan nggak sengaja bertemu anak kecil. Dia ingin beli sepatu baru. Aku kasihan. Ya udah, aku belikan," cerita perempuan bernama asli Raden Terry Tantri Wulandari ini.

Mulan mengaku senang ikut kegiatan sosial itu. "Momen ini kan jarang banget. Kalau saja sering dilakukan, aku juga senang," ujar Mulan. Sayang, Mulan tidak sempat mengajak anak-anaknya ke acara sosial tersebut. (kin)

Baca Juga:

Tidak Mudik, Mulan Jameela Pilih Liburan Bersama Ahmad Dhani?

Alasan Maia Estianty Mendepak Mulan dan Pinkan Mambo dari Duo Ratu

Kepada Orang Ini, Mulan Jameela Selalu Konsultasi Soal Busana Panggung

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini