MUI Minta KPI Ingatkan Tayangan Sarat Pelecehan dan Makian

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan kritik pada tayangan televisi selama Ramadan yang mengandung muatan pelecehan dan makian kasar. Program tersebut dalam bentuk acara komedi, sinetron maupun ceramah agama sekalipun.

Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Sinansari Ecip mengatakan terhadap acara-acara tersebut MUI memberikan rekomendasi kepada KPI agar memberikan peringatan.

Salah satunya, Ecip mencontohkan program komedi di TransTV, baik saat sahur maupun jelang buka yang masih memuat unsur pelecehan.

"Sepanjang tayangan, pesan yang didapat hanya ledekan yang mengundang tawa, marah-marah, kuis, dan lomba joget," ucap Ecip.

Ia menambahkan muatan-muatan seperti itu tidak ada perubahan dan perbaikan dari program Ramadan tahun 2011.

"Oleh karena itu, MUI mengimbau semua stasiun televisi di Indonesia untuk membuat dan menyiarkan program yang mencerdaskan, mencerahkan dan membentuk karakter bangsa," ujarnya.

Ecip menambahkan kritik MUI tidak dimaksudkan untuk membunuh industri pertelevisian, tetapi bentuk kepedulian agar media massa berkembang secara sehat, bermanfaat dan bermartabat.

"MUI memandang pertelevisian dan semua media massa sebagai mitra strategis untuk mencerdaskan dan mencerahkan bangsa," kata Ecip.

Pada kesempatan itu MUI juga memberikan apresiasi kepada tayangan televisi selama Ramadan 2012 yang konstruktif dan patut dikembangkan.

Berdasarkan pantauan MUI acara-acara yang patut diapresiasi, antara lain film serial Omar: Umar bin Khattab (MNCTV), dokumenter Musafir (Trans7), Catatan Harian Santri (Indosiar), rangkaian program Ramadhan di MetroTV, Radio Show (TVOne), Sinetron Insya Allah Ada Jalan (SCTV) dan Tukang Bubur Naik Haji The Series (RCTI). (antara/dar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini