Memberi Peran pada Julia Perez, Hanung Bramantyo Ambil Resiko Tinggi

Jakarta, C&R Digital - Karena sering bermain di film-film horor komedi yang banyak menampilkan adegan sensual, aktris Julia Perez atau Jupe sering dianggap hanya menonjolkan penampilan fisik ketimbang kualitas akting. Kali ini dalam film garapan Hanung berjudul Gending Sriwijaya, Jupe akan menggali kemampuan aktingnya.

"Saya percaya Jupe punya kemampuan lebih. Saya sedih kalau seorang yang baik tapi diciptakan imej yang jelek dari seorang Jupe," ujar Hanung kepada C&R Digital saat ditemui di Jakarta, akhir pekan ini.

Menurut Hanung, perempuan berusia 32 tahun itu aktris profesional yang sebenarnya memiliki bakat mendalam. Jupe hanya salah memilih film yang berakibat memperburuk citranya.

"Demikian juga Jupe, dia selalu dibalut dengan erotisme. Di film ini saya justru tidak mengeksplorasi tubuh Jupe," ungkapnya.

"Dari awal sebelum saya ada film ini. Saya lihat Jupe di sebuah film, saya follow Twitter-nya. Saya lihat dia cerdas, dia punya kedalaman pemikiran, dia penari juga. Hal-hal itu yang membuat saya memutuskan memilih Jupe," katanya.

Dalam hal ini, Hanung mengambil resiko tinggi. Saat awal pembuatan film, bahkan beberapa sponsor mengundurkan diri setelah tahu bahwa Jupe turut bermain dalam film Gending Sriwijaya. "Pilihan itu saya perhitungkan. Karena Jupe yang main banyak sponsor yang mundur. Bukan salah media juga. Makanya saya mencoba memotret sisi Jupe yang enggak dilihat sama masyarakat," katanya.

Film Gending Sriwijaya merupakan film fiksi action karya Hanung Bramantyo. Film in bercerita tentang perebutan tahta antara dua pangeran Awang Kencana (Agus Kuncoro) dan Purnama Kelana (Sahrul Gunawan) yang penuh dengan intrik. Sementara Julia Perez berperan sebagai Malini, seorang perampok yang pada akhirnya membantu Purnama untuk membalas dendam.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan