Marzuki Sesalkan Adanya Video Porno Mirip Legislator

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Marzuki Alie menyesalkan munculnya video porno mirip anggota dewan yang kembali mencoreng wajah DPR RI, sementara pimpinan telah berupaya keras membangun citra positif DPR di mata masyarakat.

"Pimpinan sudah bekerja keras, fokus, dan tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Tapi sekarang ada juga anggota yang jalan dengan pikirannya sendiri," kata Marzuki di Jakarta, Rabu.

Dikatakannya bahwa sesungguhnya apapun yang dilakukan anggota DPR itu secara tidak langsung merupakan hasil pengkaderan masing-masing partai.

Jadi, ia menambahkan, kuncinya tetap di pengkaderan oleh masing-masing parpol.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPR Pramono Anung menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya sudah mendapat informasi tentang video porno mirip anggota DPR itu sejak 6 atau 7 bulan silam.

Dikatakannya bahwa PDI Perjuangan sudah mengetahui kabar tentang adanya video mesum dua anggota fraksi PDIP tersebut sejak lama tetapi kemudian memutuskan tidak menindaklanjutinya karena tidak ada bukti-bukti yang cukup.

Ditanya apakah ada konspirasi politik tertentu dibalik pemunculan video porno itu yang dikaitkan dengan Pilkada Kalbar karena sosok wanita dalam video tersebut diduga anggota Fraksi PDIP DPR dan sekaligus anak tokoh politik ternama di Kalbar, Pramono menyatakan enggan berspekulasi.

"Saya tidak mau berspekulasi dengan teori konspirasi. Tapi bagi saya, ini harus diselesaikan. Saya melihat ada motif tertentu yang melatarbelakangi seseorang untuk melakukan itu," katanya.

Ia menambahkan, pimpinan DPR tidak berwenang mengusut dugaan video mesum yang menyeret dua legislator itu karena kewenangan berada di tangan Badan Kehormatan DPR.

Sebelumnya, sebuah video porno yang beredar di situs skandal.kilikitik.net menjadi heboh di masyarakat dan media massa karena wajah pasangan pelaku di dalamnya menyerupai anggota DPR RI dari Fraksi PDIP. (rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini