Markus Horison Sudah Menduga Dituduh Selingkuh

KAPANLAGI.COM - Tuduhan Kiki Amalia terhadap Markus Horison tentang adanya wanita idaman lain (WIL) tidak mengejutkan bagi mantan penjaga gawang Timnas itu. Karena sebelumnya Markus sudah menerima tuduhan itu, bahkan dalam bentuk ancaman dari istrinya itu.

Melalui kuasa hukumnya Sangap Surbakti, Markus mengatakan pernah diancam oleh Kiki tentang hal yang tidak pernah dilakukannya itu. Kalimat itu muncul menjelang perceraian mereka.

"Kiki pernah mengancam Markus, dia bilang 'Saya tahu kamu menceraikan saya karena ada wanita lain kan? Nanti akan saya buka semuanya.' Nah Markus bingung padahal Markus sama sekali nggak ada wanita lain, apa yang mau dibuka," ujar Sangap saat dihubungi wartawan, Selasa (15/1).

Yang membuat lelaki kelahiran Pangkalan Brandan itu heran, kenapa Kiki tiba-tiba berkicau kalau Markus punya WIL. Padahal, tidak pernah sekalipun penjaga gawang Timnas itu menuduh kalau istrinya punya PIL. Namun tuduhan itu tiba-tiba muncul begitu saja.

"Markus juga bilang kalau Kiki itu tidak pernah ada laki-laki lain," ungkap Sangap.

Sementara kalau untuk sikap Kiki sebagai wanita matre, Sangap tidak tidak mengetahui secara pasti. Kliennya juga tidak pernah bicara tentang hal tersebut.

"Dia nggak pernah cerita yah kalau masalah itu. Yang jelas Markus awalnya nggak mau pers tahu kalau mereka sudah bercerai. Dia sudah bilang baik-baik sama Kiki, tapi nggak ditanggepin sama Kiki," pungkas Sangap. (kpl/aal/uji/dar)


BACA JUGA:


Awalnya Markus tak inign perceraiannya tersebar
Dituduh selingkuh, Markus hanya tertawa
Pengacara Markus anggap Kiki Amalia terlalu banyak berkoar
Alasan utama Kiki dan Markus bercerai
Kiki Amalia pernah mengandung benih Markus
Kiki Amalia mengaku punya anak biologis Markus

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan