Kolaborasi Metal dan Tradisional Sunda Ala Trie Utami

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Penyanyi kawakan Trie Utami tampak menjiwai saat membawakan nomor pembuka pada konser Djarum Super Konser Tunggal Karinding Attack di Teater Tertutup Balai Pengelolaan Taman Budaya Jabar (Dago Tea House), Selasa (13/3/2012) malam.

Vokalis Krakatau yang akrab disapa Iie ini berkolaborasi bersama Budi Dalton dan band paduan metal dan tradisi Sunda yang juga kerap disebut Karat (Karinding Attack) itu membawakan tembang Rajah Bubuka dalam membuka konser yang mampu menyedot sekitar 600an penonton.

Mengenakan balutan kain tradisional Sunda yang semi modern, Iie begitu menjiwai pembawaan tembangnya. Alunan vokalnya yang khas melengking dan mendayu terdengar penuh harmoni dengan iringan instrumen tradisional seperti karinding, celempung, suling dan instrumen modern keyboard dan drum. Sehingga aplaus ratusan penonton pun langsung menyambutkan seusai tembang dibawakan.

Konser tunggal Karat yang sekaligus launching album dengan tema Gerbang Kerajaan Serigala itu dilanjutkan dengan tembang Gayatri Mantram oleh Karat yang juga sebagian bagian dari pembukaan. Kemudian nomor-nomor ciptaan Karat pun mulai dilesatkan yang diawali dengan judul Dadangos Bagong, dilanjutkan dengan nomor berjudul Wasit Kehed. Selain itu Karat juga membawakan nomor lainnya saeperti Maaf dan Hampura Ma, yang syairnya banyak mengundang tawa penonton dengan iringan musik tradisional tapi beritme metal.

"Punten (maaf) kalau di sini ada bapak wasit atau anak wasit. Tapi sebetulnya wasit itu bukan hanuya ada di lapangan sepakboal saaja, di pengadilan juga ada wasitnya," tutur Man Jasad, vokalis dan pemain karinding Karat sebelum membawakan Wasit Kehed. (ddh)


LIHAT JUGA:

Solo, kota metal Indonesia
Senyawa, duo etnik eksperimental dari Yogyakarta
Melongok ke kandang grunge
GALERI FOTO: Trie Utami meriahkan Tribute to Whitney

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini