Karena Perut, Indra Bekti Senang Pakai Kemeja

Sebagai seorang presenter, pakaian juga menjadi penunjang selain kemampuan dalam mengendalikan massa saat memandu sebuah acara. Pasalnya presenter adalah ujung tombak dalam sebuah acara.

Seperti halnya presenter satu ini, Indra Bekti selalu memperhatikan penampilannya. Dia selalu tampil beda dan unik sesuai dengan konsep acara yang dipandunya. Bekti yang selalu tampil unik dan dasi kupu-kupu yang mana saat itu belum ada yang memakai. Kini lama kelamaan banyak yang mengikuti gayanya.

"Iya, orang belum pada pede pakai dasi kupu-kupu, saya udah mulai pakai dasi kupu-kupu. Terus aku juga suka pakai baju tebal-tebal ada pakai baju hem di luarnya pakai kaos, saya coba tahunya banyak yang ngikutin, stylish ya ada, dan setelah menikah stylishnya ditambah istri saya," paparnya.

Untuk gaya saat ini Bekti mengaku jika dia senang memakai hem atau kemeja yang longgar. Dia beralasan dengan memakai kemeja untuk menutupi perutnya yang membuncit.

"Sekarang ini saya lebih senang pakai hem, karena perut saya kan agak buncit ya jadi saya pakai yang agak longgar biar gak kelihatan. Kalau celana saya suka yang agak ngetat agak ngepres," ujarnya.

Untuk menjaga penampilan agar selalu fresh, Bekti juga update dengan style saat ini. Menurutnya saat ini yang tengah trend di tahun 2012 adalah hem atau kemeja kota-kotak.

"Penampilannya sih kalau aku rasa lebih kebanyakan hem deh, yang kotak-kotak tapi bulan flanel, kayak seperti yang saya pakai. Karena ya itu saya lihat dari majalah, kebanyakan orang-orang yang mulai pakai jadi balik lagi ke zaman eighties gitulah, gak dibuka dan kancing atasnya rapih, kacamata yang list nya hitam gitu," tukasnya. (kpl/buj/faj)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan