Julia Perez Pernah Terseret Ombak Parangtritis

Tak ada kata setengah-setengah, bintang film Julia Perez pun melakukan ritual Topo Rendem demi mendapatkan predikat sebagai titisan Suzanna. Ritual ini sendiri disyaratkan oleh mantan suami Suzanna, Clift Sangra.

"Kalau untuk syuting film horor saya akan melakukan. Tapi untuk film drama dan sehari-hari nggak ada. Ini tadi pagi malah sudah kangen makan kembang kantil," tutur Julia Perez ditemui di Inna Samudra Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Selasa (24/1/2012).

Banyak mitos yang menyebutkan, ketika pergi ke Pantai Selatan jangan memakai baju hijau karena bakal terseret ombak laut. Namun demikian, mitos tersebut bukan pantangan bagi Jupe. "Saya nggak akan menggunakan baju Bunda Suzanna. Saya pikir dengan memakai baju ala Nyi Roro Kidul," tutur Julia Perez.

Kok berani bikin baju hijau, katanya tantangan? "Kalau misalnya Nyi Roro suka baju hijau, masak nggak suka. Itu bukan pantangan menurut aku, namun ini justru menunjukkan kekagumanku," katanya.

Pantai Parangtritis tersebut bukan kali pertama didatangi oleh Jupe. Menurutnya saat kecil ia pernah berkunjung dan terseret arus laut. "Dulu waktu kecil pernah aku ke sini. Dari 20 orang cuma aku yang dibawa ombak ke tengah laut. Diselamatin sama nelayan," tuturnya.

Kala melakukan ritual tersebut, Jupe pun meminta izin kepada sang ibu dan sang kekasih Gaston Castano. Kala sang Mama memberi wejangan agar hati-hati, menurut Jupe sebenarnya Gaston malah tidak mengizinkan.

"Mama aku kuceritain, dia takut. Dia marah bilang aku bukan titisan Suzanna, tapi titisan mamaku. Dia pesan aku supaya hati-hati. Aku sakit dari Parangtritis. Nggak dikasih izin sebenarnya sama Gaston. Tapi ini untuk promo film aja," tandasnya. (kpl/uji/sjw)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan