Juara Ketiga di Stand Up Comedy Indonesia, Kehidupan Arie Keriting Berubah

Jakarta, C&R Digital - Salah satu peserta Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Season 3, Arie Keriting, dilema karena di kompetisi ini ia menjadi juara ketiga. Pasalnya, wajah dari pemenang SUCI season 1 dan 2 rata-rata lebih tampan dari para pemenangnya seperti Ernest Prakasa dan Kemal Palevi.

"Saya harus kecewa atau saya harus senang karena saya orang yang percaya pola. Polanya adalah di SUCI yang menang juara ketiga itu pasti yang paling ganteng," ungkapnya saat di panggung Grand Final Stand Up Comedy Indonesia Season 3, di Balai Kartini, Jumat (3/5).

"Masalahnya saya, bukan apa-apa, kemarin itu saya sampai bercermin, saya bercermin lama sekali sampai cerminnya bosan. Akhirnya saya menyadari bahwa saya pas-pasan. Lalu kenapa saya juara ketiga."

Ia juga bersyukur bisa menjadi juara ketiga karena Kompas TV tidak menggunakan polling sms dalam menentukan juaranya. Bukan karena ia tak memiliki pendukung, ia yakin orang-orang di Papua pasti mendukungnya. "Orang timur pasti dukung saya. Masalahnya adalah sms untuk kontestan lain sudah sampai kalau saya belum sampai kayanya," ujarnya.

Berkat mengikuti kompetisi ini, kehidupan Arie telah banyak berubah. Dulu ia sering dipandang penuh curiga oleh satpam jika masuk ke mall. Tapi kini, mereka menatapnya dengan penuh senyum. Tak hanya itu, keluarganya di Papua juga tambah perhatian dengannya.

"Kemarin om saya nelpon minta dikirimi rekaman stand up comedy lewat pos. Lalu saya menyarankan, 'Begini saja om, om buka saja di You Tube'. Kata om saya 'Jangan lebih baik lewat pos saja, kalau kau kirim lewat pos itu 3 hari sudah sampai dan bisa langsung ditonton. Kalau kita buka di You Tube itu bufferingnya bisa 1 minggu. Lalu kita sudah tunggu buffering 4 hari, tiba-tiba mati lampu'" ceritanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan