Ira Wibowo: Soal Pacar Syahrini, Waktu Yang Membuktikan

Sejumlah pengakuan dari Syahrini seputar soal pacarnya, Bubu, dinilai bohong belaka, karena hingga kini memang tidak pernah terbukti kebenarannya. Bahkan sosok Bubu, yang konon pengusaha asal Malaysia, disebut-sebut sebagai pria asal Bogor, Jawa Barat, yang sengaja digandeng di pernikahan adiknya, Aisyahrani.

Artis Ira Wibowo berpendapat, kalau seorang artis berbohong kepada publik, tidak lama juga akan terbongkar oleh waktu. Walaupun manusia sendiri, tidak bisa terlepas dari kebohongan. Banyak kebohongan dengan berbagai alasan yang bisa dilihat di sekitar kita.

"Toh waktu akan berbicara kemungkinan besar bisa ketahuan juga. Tapi bohong jadi bagian hidup manusia, nggak lepas dalam kehidupan sehari-hari. Kadang kita bohong untuk nyakitin orang lain. Tapi Mesti lihat juga, bagi saya waktu nanti akan berbicara. Kalau ngomong jelek, time will help," ungkapnya.

Ira Wibowo yang ditemui di premiere film HATTRICK di XXI Epicentrum, Jakarta, Selasa (8/05/2012) malam berpandangan, kalau Syahrini punya alasan melakukan perbuatannya. Bahkan bisa jadi yang dikatakannya juga bukan kebohongan, hanya waktu nantinya yang akan menjelaskan.

"Mungkin dia punya alasan sendiri, mungkin dia belum yakin, akan jodoh atau masih panjang jalannya," tegasnya.

Alangkah lebih baik, menurut Ira, kalau Syahrini menyampaikan kabar berita soal pacaran atau yang lain, jika memang semuanya sudah pasti. Kalau memang belum saatnya diberitakan, disimpan saja terlebih dahulu.

"Kalau sudah mau kawin bener-bener kali ya. Memang saya nggak ngikutin gosip jadi nggak paham. Itu kan dia yang jalanin nggak ada efek apa-apa ke saya. Saya juga nggak merasa dirugikan, santai aja," ungkapnya. (kpl/gum/dar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini