Ini Penyebab Keretakan Rumah Tangga Ayu Ting Ting dan Enji

KAPANLAGI.COM - Merasa gerah dengan beberapa pemberitaan yang menyudutkan namanya, suami Ayu Ting Ting, Henry B Hendarso atau Enji akhirnya buka suara tentang keretakan rumah tangganya yang dirajut sejak 4 Juli 2013.

"Mungkin saya harus ngomong yang sebenarnya. Saya gerah dengan berita akhir-akhir ini. Saya tekankan, saya tidak pernah tinggalkan istri saya. Saya malah berkali-kali jemput Ayu, tapi tidak ada itikad mau ikut saya," ungkap Enji di kantor Hotman Paris, Gedung Sumitmas, Senayan, Jakarta Pusat, Jum'at (8/11).

Awal Juni, Hotman mengungkapkan bahwa keluarga Ayu mendesak agar Enji menikahi anaknya."Awal Juni mendesak sekali, ibunya nangis-nangis minta dinikahin. Ibunya desak Enji. Enji gentlemen, akhirnya nikah. Namanya serba buru-buru, dia gembar-gembor ke publik akan adakan resepsi besar-besaran," ungkap Hotman.

Pernikahan Ayu dan Enji yang terkesan tertutup pun digelar sederhana di kediaman pelantun lagu Alamat Palsu itu di kawasan Depok, Jawa Barat. Sebagai wanita tampaknya Ayu juga ingin pernikahannya dirayakan lewat sebuah acara resepsi. Hal ini yang memicu keretakan rumah Ayu dan Enji.

"Ayu selalu menuntut acara resepsi. Saya tidak nolak, tapi sabar dulu, kan butuh persiapan yang matang. Tempat udah nyari, semuanya udah, tapi tanggal 25 Juli pas bulan puasa posisi udah nikah nonton bola di GBK, bahkan sempet saur bareng. Jam 7 dia pulang karena ada kerjaan. Sampe detik ini dia ga pulang-pulang," papar Enji.

Enji bukan tanpa perjuangan untuk mempertahankan rumah tangganya. Beberapa kali, Enji sempat menjemput Ayu ke rumah orang tuanya. Namun sayang, Enji tidak diperkenankan untuk masuk.

"Puncaknya 14 Agustus, saya dan om saya ke rumahnya Ayu, tapi ibunya bilang tidak bisa. Sekitar tanggal 20 September jam 12an, saya ke rumah Ayu, maunya seperti apa? Tapi ini gak ada. Saya ga dikasi masuk. Berdiri di depan. Kalo orang tuanya Ayu mau anaknya bagus, temuin kami berdua, jangan pisahin kami," jelasnya.

(kpl/pur/rth)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini