Heboh Kayu Tomo, Kayu Mistik di Pesantren Asuhan Guntur Bumi

KAPANLAGI.COM - Satu bulan belakangan Ustad Guntur Bumi dikejutkan dengan banyaknya masyarakat yang mendatangi pondok pesantren Assidiqiyah yang berlokasi di Desa Kaung Luwuk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kedatangan ribuan warga itu dikarenakan penemuan batang pohon yang diduga keramat.

Menurut warga setempat, batang pohon tersebut disebut Kayu Tomo. Konon batang pohon itu adalah kayu keramat yang diyakini sebagai penyokong Gunung Salak. Dan jika, batang itu diangkat atau dipindahkan, maka akan terjadi bencana alam besar di Bogor.

Ada pula yang menyebutkan bila Kayu Tomo merupakan kayu yang akan dibawa oleh para wali Allah asal Bogor untuk pembangunan Masjid Agung Demak, di desa Kauman.

Bahkan ada sebagian warga yang mencoba mencuri bagian batang kayu Tomo itu untuk dijadikan jimat. Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Assidiqiyah, Ustad Guntur Bumi menghimbau agar warga tidak melakukan hal itu.

”Ada pengunjung yang datang mencuri, kita tahu pasti tujuannya untuk klenik. Dan kami sangat menentang keras perbuatan itu. Padahal itu nggak benar. Tapi ada warga mencuri batangnya untuk jimat keselamatan dan itu salah besar!” ujarnya saat dihubungi, Rabu (1/5).

Suami dari Puput Melati itu menambahkan, kalau ada beberapa kolektor yang sudah menawar untuk memiliki batang pohon tersebut dengan harga yang sangat fantastis hingga 15 miliar. Tapi tawaran tersebut ditolak pihak pengelola Ponpes Assidiqiyah.

Agar tidak menimbulkan keresahan, pemerintah Kabupaten Bogor mengeluarkan surat agar pohon tersebut tidak dipindahkan. “Sudah ada surat dari Kabupaten Bogor agar batang pohon ini tidak dipindahkan. Warga juga menolak pemindahan batang pohon tersebut, agar tidak kualat atau kena bala,” pungkasnya. (kpl/hen/abs/sjw)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan