Film ‘Hasduk Berpola’ tentang Pramuka dan Nasionalisme

Jakarta, C&R Digital  - Sebuah film keluarga mengisahkan keluarga veteran. Film bertajuk ‘Hasduk Berpola’ karya sutradara Haris Nizam diadaptasi dari cerpen karya Bagas Dwi Bawono.

“Memang saya buat ringan tapi dengan pesan yang dalam. Dengan ilustrasi pramuka, dimana ada amanah kebangsaan yang tidak bisa dijalankan oleh kakeknya yang seorang veteran, kemudian diteruskan oleh cucunya,” tuturnya kepada CR Digital di Jakarta beberapa waktu lalu.

Bagas menceritakan awal mula ketertarikannya menuliskan kisah tentang nasionalisme.

“Awalnya tidak ada ide untuk membuat film. Berawal dari kemarahan saya waktu sidang Paripurna itu lupa menyanyikan lagu Indonesia Raya,” ungkapnya.

“Lalu saya menulis tentang nasionalisme, kebangsaan, nah makannya saya bikin cerita tentang pramuka tentang hasduknya yang juga masih merah putih,” imbuhnya.

Melalui film ini, penulis yang aktif sebagai blogger ini ingin sedikit membangkitkan nasionalisme di kalangan anak-anak agar dapat menjadi dasar untuk kehidupan mendatang.

“Di film ini saya enggak mencari uang. Saya pingin bisa ditonton, memang enggak semua bisa langsung bangkit rasa nasionalismenya. Tapi saya yakin ada beberapa yang nyangkut dan nantinya kalau dia dewasa dan jadi pejabat ia tak lagi mau korupsi,” katanya.

Film Hasduk Berpola mengkisahkan tentang perjuangan Budi (Bangkit Prasetyo) yang ingin meneruskan perjuangan sang kakek, Masnun (Idris Sardi) yang merupakan seorang veteran perang di Surabaya. Perjuangan itu ia awali melalui kegiatan pramuka yang ia ikuti di sekolahnya. Namun, lantaran terhimpit biaya, Budi pun tak mampu membeli dasi pramuka yang disebut hasduk.

Akhirnya, Bening, adik Budi merelakan sprei kesayangannya untuk dijadikan hasduk bagi sang kakak. Hal itu pula yang membuat hasduk Budi berbeda lantaran memiliki pola. Film karya Haris Nizam ini dibintangi oleh Bangkit Prasetyo, Idris Sardi, Iga Mawarni, Fay Nabila dan Petra Sihombing.

Rencananya film yang mengambil lokasi di kabupaten Bojonegoro ini akan dirilis pada 21 Maret mendatang. 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan