Film Baru Jupe Juga Diprotes Tokoh Suku Dayak

Selain masalah gelar, tokoh-tokoh masyarakat Suku Dayak juga memprotes pembuatan film yang mengambil lokasi syuting di Desa Tumbang Atei dan Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah itu dinilai tidak tepat dalam penggunaan judul.

Terlebih pemeran utamanya diperankan oleh Julia Perez yang dinilai selalu berpenampilan vulgar. Dikhawatirkan akan membawa dampak psikologi yang kurang baik.

"Saya pribadi mengkhawatirkan akan adanya penilaian dari luar bahwa perempuan Dayak adalah seperti yang diperankan Jupe dalam filmnya. Jadi perlu hati-hati dalam mengambil judul," kata Nila Riwut seperti dilansir koran lokal Harian Umum Tabengan terbitan 1 November 2012.

Jupe sendiri menyadari benar perannya dalam film PERAWAN DAYAK akan menuai pro dan kontra. "Setiap apa yang saya lakukan pasti ada pro dan kontra, kenapa harus Jupe yang main di film ini? Kenapa bukan orang asli Dayaknya? Tapi saya bisa jamin keluarga saya dalam film ini merupakan orang-orang asli Dayak," katanya.

Mantan kekasih Ganton Castano itu meminta kepada masyarakat agar menyaksikan filmnya terlebih dahulu sebelum memberikan komentar.

"Mungkin karena nama Julia Perez makanya mereka menganggap, 'wah, film ini pasti gak bener'. Yang pasti nonton dulu kalo udah selesai, barulah boleh komentar," imbuh Jupe usai syuting di Desa Tumbang Manggu, Kalimantan Tengah, Rabu (31/10/2012). (kpl/hen/rea/dar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan