Dugaan Pelecehan di Indonesian Idol Cuma Salah Persepsi?

Keberatan yang dilayangkan oleh organisasi LSM, Ampati terhadap tayangan Indonesian Idol dianggap oleh pihak RCTI sebagai kesalahan persepsi belaka. Menurutnya, cara pandang antara pihak televisi dengan penonton memang berbeda.

"Kami menemukan suatu komunikasi yang luar biasa, ini bukan basa basi. Luar biasa karena kami datang dengan background yang berbeda. Mereka mengutarakan perasaan, persepsinya, kami pun juga. Akhirnya kami menemukan satu titik yang sama. Persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik, dengan perdamaian, tidak ada pertikaian dan penuh rasa percaya," ujar Driantama RS selaku Head Corporate Secretary RCTI saat ditemui usai mediasi dengan Ampati di Komnas HAM, Jl. Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/6).

Dalam pertemuan dengan pihak Ampati, pihak RCTI pun memposisikan sebagai pihak yang netral. Apalagi, dengan posisinya sebagai media, RCTI bersikap sebagai media yang menghibur masyarakat.

"Saya tidak kaget dengan anggapan itu. Karena memang, kan beda ya kami yang garap dengan orang yang nonton. Dunianya beda. Tapi kami memberikan penjelasan secara netral, tidak ada niat sedikit pun, terlintas pun tidak untuk melakukan pelecehan," ujar Driantama.

Namun, dalam pertemuan tersebut akhirnya disepakati perdamaian dan penyelesaian masalahnya. Baik pihak RCTI maupun pihak Ampati sama-sama menganggap persoalan ini selesai.

"Ya kita selesai, kita bisa menerima persepsi masing-masing. Kita tutup persoalan ini dengan saling pengertian, perdamaian. Selesai. Nggak ada permasalahan lagi," ujar Driantama. (kpl/adt/sjw)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan