Dituduh Selingkuh, Venna Melinda Minta Bukti

Jakarta, C&R Digital - Gugatan cerai Venna Melinda atas suaminya, Ivan Fadillah di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, menuai beragam persoalan baru. Venna merasa, di tengah upaya hukum yang ditempuhnya ia menerima serangan balik. Satu di antaranya adalah materi gugatan (rekonvensi) yang menyebutkan bahwa Venna memiliki pria idaman lain.

Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum Venna, Kemala Dewi. Menurut dia tuduhan itu hanya memperkeruh keadaan. "Kalau rekonvensi harus ada tiga poin, tapi saya nggak mengerti apa yang dimaksud orang itu siapa. Pria yang dimaksud di situ nggak jelas, ngomongnya beda, ajukan di pengadilan bukan di media," kata Kemala Dewi saat ditemui di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Menteng Jakarta Pusat, Rabu (17/4).

Meskipun masih dalam proses perceraian, Dewi mengatakan kliennya hanya butuh penjelasan status perkawinannya karena sudah beberapa bulan ini seperti tidak ada jawaban pasti. "Secara hukum, kami menolak hak asuh anak dalam gugatan cerai, karena kami berharap anak-anak tenang dulu dan jangan berpikir aneh-aneh," paparnya.

Kemala sengaja tak mencantumkan hak asuh anak atau harta gono-gini untuk kliennya. Tujuannya, supaya proses perceraian bisa berjalan secara lancar dan tidak menimbulkan kericuhan. "Pihak kita inginnya baik-baik saja, tapi pihak sana malah mengajukan gugatan yang isinya macam-macam," paparnya.

Venna mengimbau supaya kasus tersebut tidak melibatkan anak di bawah umur, karena anak seusia mereka mengerti kasus yang sedang dihadapi orangtuanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan