Difa 'Idola Cilik' Pantang Minum Air Es

Jakarta, C&R Digital - Keikutsertaan Difa mengikuti kontes Idola Cilik 2013 didukung penuh oleh kedua orangtuanya, Andy Sofyan dan Windi Susanti. Bukan karena iming-iming menjadi penyanyi terkenal, mereka mendukung karena melihat komitmen Difa yang tinggi untuk menjadi penyanyi profesional.

"Saya mendukung karena melihat komitmen dia begitu kuat. Dia belajar vokal sudah hampir 1 tahun 2 bulan di sekolah vokal," ungkap Andy Sofyan, kepada C&R Digital, akhir pekan lalu. "Dia sejak les sampai sekarang rela enggak pernah minum air es, padahal anak-anak suka minum es. Tapi dia pantang itu."

"Sanggup dia nahan, alhamdulillah suaranya kan jadi bagus. Apa yang kata gurunya bilang jangan makan ini itu, dia jaga betul."

Andy juga mengatakan bahwa keikutsertaan Difa di kontes ini murni karena kemauannya sendiri bukan paksaan kedua orangtuanya, terutama sang ibu yang memang antusias dengan kontes bernyanyi yang disiarkan di RCTI tersebut.

"2 hari sebelum audisi saya bilang ke Difa seperti ini 'Gini nak, kamu kalau ikut Idola Cilik, memangnya kamu sudah siap untuk kehilangan masa main-main kamu, sekolah kamu, enggak usah kamu jawab sekarang, masih ada waktu besok'" ceritanya. "Dan keesokan harinya dia balik lagi ke saya dan menyatakan siap."

Selama mengikuti karantina Idola Cilik yang telah berlangsung 4 bulan, cowok berusia 10 tahun ini tidak pernah mengeluh meski mendapat kritikan pedas dari para juri. Padahal, menurut Andy, anaknya sudah tampil bagus. "Yah biasalah, mungkin juri mau memberikan nasihat agar tampil lebih baik lagi dan jangan cepat puas," ujarnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan