Deddy Dhukun: Musik Indonesia Jangan cuma Ikut Arus

Jakarta, C&R Digital - Penyanyi pria senior Deddy Dhukun berharap perkembangan musik di Indonesia lebih berwarna tahun depan. Ia mengkritisi keberadaan boyband dan girlband yang ikut-ikutan trend tanpa menghasilkan sesuatu yang baru. 

“Menurut saya sejauh ini kemajuannya masih terbatas oleh peralatan yang digunakan oleh para musisi, tapi secara kualitas masih sewarna. Artinya, saya mengimbau jangan terpaku dan cuma ikut-ikutan, ketika muncul boyband dan girlband lalu banyak yang mengikuti. Seharusnya, lebih berwarna,” kata salah satu personel 2D (Deddy Dhukun & Dian Permana Poetra) ini kepada C&R Digital di Jakarta, awal pekan ini. 

“Dari segi lagu juga harus lebih berwarna. Di era 1980-an banyak pilihan lagu yang bisa dinikmati, tapi sayangnya hal itu tak diikuti pada era sekarang,” katanya. 


Pelantun dan pencipta lagu Masih ada dan Keraguan ini mengkritik banyak produser yang dinilainya tak mengerti musik. “Saya tak berusaha mengganjal proses kreatif, tapi alangkah indahnya ketika masa kejayaan musik Indonesia bisa kembali di masa sekarang. Saya banyak keluhan dari penyanyi-penyanyi yang banyak campur tangan produser yang terlalu jauh, saya yakin masa kejayaan tersebut akan kembali," katanya. 


Karenanya, ia juga berharap produser musik di Indonesia tak hanya membaca peluang kapital tanpa melihat kualitas lagu. “Saya berharap kepada produser musik Indonesia jangan bermain dalam satu pola warna. Saya bangga ketika ada bebrapa penyanyi yang mendaur-ulang lagu lama. Kami susah payah menciptakan arena, suasana dan dimensi musik yang variatif,” paparnya. 


Deddy tak memungkiri, kelak lagu-lagu daur-ulang akan kembali dilakukan oleh musisi Tanah Air. “Musik itu bukan ilmu pasti, bukan bermaksud sombong. Pada akhirnya mereka akan mengalami kejenuhan dan mencari lagu-lagu lama yang sempat hits. Karena sejauh ini lagu-lagu yang ada masih sewarna konsepnya, maka dari itu mereka kembali mendaur-ulang dan hasilnya masih disukai juga dikenang,” katanya.

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini