'CITA-CITAKU SETINGGI TANAH', Film Anak Yang Mendidik

Perfilman Indonesia sedang "diteror" oleh para hantu lewat tiga film horor KUTUKAN ARWAH SANTET, TALI POCONG PERAWAN 2, dan BANGKITNYA SUSTER GEPENG. Pekan ini, teror tersebut sedikit diredam oleh dua film drama karya terbaru Hanung Bramantyo dan Eugene Panji.

Dua film drama tersebut adalah PERAHU KERTAS 2 dan CITA-CITAKU SETINGGI TANAH. Di antara keduanya, judul yang kedua menyita perhatian lewat keunikan judulnya.

Film terbaru Eugene Panji ini berkisah tentang Agus, bocah dari keluarga sederhana di Muntilan, Jawa Tengah. Ayahnya yang pekerja pabrik tahu dan ibunya piawai membuat tahu bacem. Agus hidup bahagia bersama kedua orang tua serta teman-temannya. Sampai suatu saat, Agus gelisah setelah ditugaskan oleh ibu guru untuk membuat karangan tentang cita-cita.

Panji bersama dengan penulis naskahnya, Satriono, mengajak penonton untuk menikmati kisah pendidikan dalam bingkai kesederhanaan namun dengan penggarapan yang berbeda.Trailer dibuka dengan keseharian Agus dan kawan-kawan desanya. Mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar disibukkan oleh pergumulan mereka tentang cita-cita. Sebuah tema simpel yang sering luput dari perhatian. Bukankah kita semasa kecil pun mengalami pergumulan yang sama?


Lihat trailer ini.



Akting natural para pemain utamanya bakal didukung oleh nama-nama besar seperti Agus Kuncoro dan Donny Alamsyah. Saksikan filmnya di bioskop 11 Oktober nanti. Ini bakal jadi potret menarik kehidupan anak, tidak seperti yang seperti ditawarkan sinetron di televisi yang tak jarang mengumbar kekerasan. (kpl/dka)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan