‘Cita-citaku Setinggi Tanah’ dan ‘Something in the Way’ ke Festival Berlin

Jakarta, C&R Digital - Dua film Indonesia masuk nominasi dalam ajang Festival Film Berlin, Barlinale International Film Festival ke-63. Festival ini akan berlangsung dari 7 hingga 17 Februari 2013. Kedua film yang akan tampil nanti adalah film Cita-citaku Setinggi Tanah  (Stepping on the Flying Grass) karya sutradara Eugene Panji dan Something in The Way karya Teddy Soeriatmadja.

“Akhirnya bisa tembus tembok Berlin. Kita akan buktikan kalau film Indonesia bisa  berkibar di ajang internasional,” ujar Eugene Panji kepada C&R Digital, Jakarta Rabu (16/1).

Cita-cita setinggi Tanah, film yang royaltinya didedikasikan untuk penderita kanker anak, masuk dalam kategori program Generation yang akan bersaing dengan 60 film dari 36 negara. Sedangkan film Something in The Way masuk dalam kategori Panorama yang akan bersaing dengan 31 film dari 23 negara.

“Rencananya kita akan selametan. Pemain utama M Syihab Imam Muttaqin  (Pemeran Agus) sepertinya  juga akan aku terbangkan ke Berlin. Rencananya kita terbang pada 9 Februari,” jelas sutradara yang mengangkat film tentang mimpi anak-anak desa Muntilan, Magelang (Jawa Tengah), di bawah kaki Gunung Merapi.

Tahun lalu, ada dua film Indonesia lainnya yang lolos seleksi dan diputar di Berlinale adalah Kebun Binatang (Postcards from the Zoo) karya Edwin yang masukkategori world premiere  dan Mirror Never Lies arahan Kamila Andini yang juga masuk kategori Generation.

Untuk kategori Generation, para jurinya  terdiri dari 11 anak-anak dan tujuh remaja. Pemenangnya  akan dianugerahi penghargaan Crystal Bears dan uang sebesar 7.500 euro (untuk pemenang film panjang) dan 2.500 euro (untuk pemenang film pendek).

Sedangkan untuk kategori Panorama, juri indepen yang akan menilai dalam kategori ini, termasuk para pengunjung yang datang nanti dan akan dianugrahi Teddy Award dan uang 5.000 euro.

Tahun lalu film The Act of Killing, film dokumenter yang menceritakan tentang pembantaian anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) di Sumatra Utara karya Joshua Lincoln Oppenheimer, sutradara asal Amerika Serikat, masuk dalam kategori Panorama kategori dokumenter.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan

  • Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Jakarta International School (JIS) tengah menjadi sorotan publik karena kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan petugas kebersihan di sekolah itu. Namun, sebelum kasus ini mencuat, seorang pedofilia internasional pernah mengajar di JIS. …

  • Nadya Hutagalung dan Cintanya pada Gajah

    Nadya Hutagalung dan Cintanya pada Gajah

    Nadya Hutagalung dan Cintanya pada Gajah

    Bayangkan bila dunia ini tanpa gajah. Setelah menempuh penerbangan berjam-jam, sampailah tim Let Elephants Be Elephants [LEBE] di Bandar Udara Jomo Kenyatta, Nairobi, Kenya, Afrika. Adalah model dan pecinta lingkungan hidup Nadya Hutagalung yang jadi salah satu orang di balik kampanye penyelamatan gajah Afrika ini. Perempuan berusia 40 tahun ini pun banyak berkisah ketertarikannya untuk... The post Nadya Hutagalung dan Cintanya pada Gajah appeared first on Hang Out Jakarta - Berita Artis …

  • Olivia Lubis Jensen Masih Suka Bulu Tangkis

    Olivia Lubis Jensen Masih Suka Bulu Tangkis

    Olivia Lubis Jensen Masih Suka Bulu Tangkis

    TRIBUNNEWS.COM - Baginya, bermain bulu tangkis itu mengasyikkan, karena ada adrenalin tersendiri saat ia bisa memukul koknya dan mendapat angka …