Candaan Olga Syahputra Jadi Perbincangan

Komedian Olga Syahputra menjadi bahan perbincangan di twitter karena lawakannya di acara Ulang Tahun Trans Corp, Kamis (15/12) yang disiarkan Trans TV dinilai kurang pas. Lawakan Olga yang menyinggung isu pemerkosaan oleh sopir angkot yang belakangan marak terjadi, dinilai tidak sensitif.

Dalam acara tersebut Olga tengah bercanda dengan Sule dan Deni Cagur, di mana Olga yang menjadi hantu kuntilanak ditanya apa penyebab kematiannya? Dan Olga pun menjawab ia mati karena diperkosa oleh supir angkot.

Berikut beberapa tanggapan tentang lawakan Olga:

@cho_ro
Kita butuh becandaan yang cerdas. Bukan merendahkan sesuatu atau seseorang. Kalo masih mau merendahkan mbok merendahkan diri sendiri aja.

@leonisecret
Laporkan becandaan #OLGA di @TRANSTV_CORP ke Komisi Penyiaran Indonesia/KPI dg sms ke 08121370000 #RapeIsNotForJoke !!! via @shasya_toviano

@RyuDeka
Mengerikan kalau kematian dan pemerkosaan dianggap sesuatu yang sepele dan dijadikan bahan becandaan. Di TV nasional pula

@wdanoe
@dahsyatnyaolga semoga segera menyadari kesalahannya dan meminta maaf. Rape is never funny. Rape is NOT a joke!

Selain itu salah seorang pemerhati HAKI, yaitu Risa Hart juga mengomentari candaan Olga tersebut yang dinilainya tidak bernurani karena tak memikirkan korban.

@RisaHart
Menggunakan topik "mati krn diperkosa supir angkot itu SEPELE" sbg bahan canda merupakan refleks berpikir manusia tak bermoral dan kejam.

@RisaHart
Pikirkan jika anda atau keluarga anda yg jadi korban, apakah anda msh menganggapnya 'hanya bercanda'? Tanyakan nurani dan jawab dgn jujur.

@RisaHart
Be sensitive to others' misery and pain. If you want to be loved, try loving others sincerely. Have a good rest! @HelgaWorotitjan thanks!


@RisaHart (kpl/sjw)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini