Bens Leo: Musik Panggung Menggeliat, Grup Ala K-Pop ‘Tergusur'

Jakarta, C&R Digital - Dua tahun terakhir, industri musik Indonesia dipenuhi oleh kelompok musik boyband dan girlband yang banyak menyitir dan menyontek musik Korean-pop (K-pop). Pengamat musik tanah air, Bens Leo, memprediksi kondisi itu tak kan bertahan lama, menyusul semakin menggeliatnya musik panggung, dari rock hingga dangdut, di tahun ini.

“Saya mengamati tahun ini justru dunia musik tanah air akan kembali dimarakan dengan musik panggung, yakni genre musik rock dan dangdut. Hal yang positif menurut saya, menjadikan industri musik kita menjadi lebih berwarna. Diawal tahun ini saja ada beberapa pendatang baru dari genre musik dangdut, sedangkan untuk musik rock, grup band Jamrud merilis album dengan kembalinya Krisyanto sebagai vokalis,” ungkap Bens Leo kepada C&R Digital di Jakarta, Jumat (18/1).

Kebangkitan musik panggung tanah air, menurut Bens, ditandai dengan kembalinya Ariel (eks vokalis Peterpan) di blantika musik Indonesia. “Sejak Ariel kembali ke musik dengan membentuk grup Noah, bisa juga dijadikan sebagai awal bangkitnya musik panggung. Artinya musik yang lebih banyak menyedot penonton ketika panggung offair bukan panggung untuk promo,” paparnya.

Bens melanjutkan, hendaknya kebangkitan industri musik panggung diiringi dengan album-album rekaman berkualitas yang dihasilkan oleh para musisi. “Saya prihatin, sekarang banyak artis-artis pendatang baru yang merilis tahap demi tahap single-singlenya. Padahal jika produser yakin dengan penyanyinya yang berkualitas bagus, kenapa tak dibuatkan saja album sekaligus, meski hanya mini album yang beriskan 4-6 lagu saja. Kasihan juga si artis berbulan-bulan harus mempromosikan lagu-lagu singlenya. Apalagi kan sekarang artis susah mengandalkan pendapatan dari RBT (Ring Back Tone, red),” terangnya. “Kasihan kan artis baru ini kalah populer dengan artis-artis ternama. Lalu bagaimana artis baru ini bisa cepat populer?”

Meski begitu, Bens memaklumi cara produser tersebut sebagai pertimbangan tingginya biaya produksi untuk pembuatan album. “Saya maklumi, tingginya cost produksi untuk pembuatan album penuh yang berisikan 10 lagu atau lebih saat ini. Tapi, jangan sampai musisi yang harus berlama-lama promo lagunya,” Bens memperingatkan.

Bangkitnya musik panggung, menurut Bens, hanya akan menyisakan beberapa girlband dan boyband yang mampu bertahan. “Meski jumlahnya tak sebanyak kemunculan mereka, saya perhatikan tahun ini akan ada beberapa yang bertahan. Ini karena mereka telah memiliki karakter dan banyak penggemar,” prediksinya. “Sah-sah saja jika mereka sering muncul di televisi sebagai bintang iklan dan sinetron. Bisa jadi cara itu sebagai upaya mereka untuk tetap bertahan dan dikenal oleh publik. Terlebih, jumlah personil dalam satu kelompok kan cukup banyak, jadi mereka membutuhkan biaya untuk kostum yang cukup besar.”

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini