Bayaran Mahal, Salah Satu Identitas Olga Syahputra?

Presenter beken Olga Syahputra sekarang ini sedang menjadi perbincangan publik karena lawakannya yang dianggap sering berlebihan dan tak jarang menghina agama maupun individu. Olga yang sempat beberapa kali membuat gerah pemirsa televisi dan juga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan gaya lawakannya yang sering blunder ini, ternyata memiliki penghasilan yang cukup fantastis.

Saat ini, Olga dikategorikan sebagai salah satu komedian yang memiliki bayaran tinggi di Indonesia. Salah satu sumber KapanLagi.com® yang dirahasiakan identitasnya mengatakan bahwa pria bernama lengkap Yoga Syahputra ini, diakui kini memasang tarif cukup tinggi untuk program televisi. "Kalau buat satu episode, Olga bisa menerima honor 30 juta (rupiah -red) per episodenya, itu untuk program yang reguler ya," ujar sumber tersebut.

Bahkan, untuk program ramadan yang sebentar lagi berjalan, sumber lain KapanLagi.com® juga tak menyangkal, kalau Olga mematok harga tinggi dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini dianggap oleh sumber sebagai hal yang biasa, apalagi bagi artis sekaliber Olga. "Wah, kalau tahun ini malah kita dapat info kalau sekarang tarif dia buat program ramadhan itu 90 juta (rupiah -red) per episodenya. Naiknya lumayan jauh, udah kaya harga tanah aja tiap tahun naik," lanjut sumber.

Pundi-pundi Olga tak hanya berasal dari bayarannya sebagai pengisi atau pemandu acara di program televisi. Untuk acara off air pun, Olga bahkan bisa mendapat bayaran jauh lebih tinggi. Sebuah hal yang wajar memang jika seorang artis mematok lebih tinggi untuk acara off air, terutama jika berlangsung di luar kota. Pasalnya, sang artis harus meninggalkan banyak job demi acara off air tersebut.

Salah satu pemilik event organizer yang juga pernah menggunakan jasa Olga pun tak heran dengan label harga yang dipatok oleh Olga. "Wah, kalau Olga mah emang gila-gilaan bayarannya, price tag dia luar biasa mahal. Saya dulu pernah pakai (jasa -red) dia, tapi saya lupa persisnya, yang pasti di atas 30 juta lah pokoknya. Itu show di luar kota memang," ujar sumber yang juga enggan disebutkan identitasnya.

Di balik kontroversinya itu, Olga sebenarnya adalah sosok yang sangat baik dan jauh dari sombong. Hal ini diakui oleh Aditya Gumay, yang diakui oleh Olga sebagai orang yang banyak mengajari dirinya. Aditya mengaku sangat mengenal sosok Olga. "Olga itu jauh banget dari sombong. Kalau celetukannya yang sering ngeledek, itu sih udah dari dulu. Tapi nggak pernah dari hati kalau dia bercanda, mukanya aja yang serius," ucap Aditya saat ngobrol via ponselnya.

Olga memang meraih kesuksesan seperti saat ini, bukan dengan waktu singkat. Ia mengawalinya saat bergabung dengan Sanggar Ananda, sekitar tahun 1997. Bahkan, Olga rela menjual lemari es nya, untuk bisa masuk Sanggar Ananda, yang merupakan syarat mutlak agar bisa bergabung di Lenong Bocah. Aditya berucap kalau Olga punya rasa berbagi yang tinggi. "Dia itu rasa sosialnya tinggi banget, dia nggak pernah pelit. Dulu waktu jaman susah, kalau dia yang lagi dapet rejeki, dia pasti nraktir temen temennya, ya salah satunya si Ruben (Onsu -red)," lanjut Aditya.

Bisa dibilang, karir Olga mulai bersinar sejak ia bergabung dalam Extravaganza di tahun 2005. Sejak itu, Olga mulai banyak mengisi program program tv lainnya, antara lain Ceriwis, Online (Trans TV), Ngidam (SCTV), Dahsyat (RCTI), Pesbukers (ANTV), dan masih banyak program lainnya yang dibintangi oleh anak pasangan Nur Rachman dan Nurhida ini. Lalu, apakah yang akan terjadi dengan nasib Olga setelah kontroversinya ini? Akankah harga Rp90 juta untuk program ramadan yang sudah dekat itu melayang begitu saja akibat larangan untuk Olga tampil di televisi? Kita tunggu saja kabar selanjutnya.

INILAH RENTETAN 'DOSA-DOSA' OLGA SYAHPUTRA! (kpl/ben/dew)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan