Baju Sedotan Aming Bukan Untuk Cari Perhatian

Bukan hanya sekali atau dua kali saja bintang akting Aming berdandan aneh, tapi sudah menjadi bagian dari kehidupan seni yang didalami. Karenanya saat tampil dengan kostum instalasinya di konser Katy Perry, dia buru-buru membantah jika disebut sekedar mencari perhatian.

"Kalau gue memang nggak nyari perhatian atau sensasi tapi ini merupakan continuity dari proyek seni gue dan kemarin gue sudah sempat bilang kalau gue akan melakukan propaganda-propaganda seni melalui instalasi seperti kostum ini dan gue memenuhi janji gue. Dan sekarang gue nemuin partner in crime, punya teman Jupe yang sama gilanya kayak gue," ungkap Aming sambil tertawa.

Beberapa kali, Aming mengatakan tidak mencari perhatian, dia hanya ingin semua orang melihat dan respect bahwa di Indonesia juga banyak orang kreatif. Kostum Aming yang berbahan sedotan minuman itu sebagai sebuah karya seni yang kreatif.

"Kita salah satu dari banyak orang kreatif. Ini tentang kreatifitas, kita nggak ada maksud apa-apa, ini lebih bahwa kita ngerjain ini mikir lho, kita kerja keras gimana bagusnya gimana tekniknya, jadi tolong jangan dibilang nggak punya malu atau apa," ungkapnya.

Semula Aming akan mengunakan baju senam, dengan segala proses kreatifnya. Namun karena konsep Katy Perry yang full color, sehinga harus melakukan penyesuaian. Dia harus memutar otak untuk mencari bahan yang tepat untuk ekspresi seninya itu.

"Sudah lewat itu masanya, nggak penting kalau dikatakan seperti itu (gak punya malu) ya, karena lihat prosesnya lihat hasilnya, lihat kreativitasnya. Ini ekspresi diri, karena melihat kayak konser Katy Perry, kalau suatu kreativitas dibiarkan mengalir buktinya kayak gitu. Kita ngekor, kita bikin, kita bisa sama bagusnya," sambungnya. (kpl/ato/dar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini