Atraksi "Dynamic Pegasus" Meriahkan HUT TNI 2012

Jakarta (ANTARA) - Atraksi tim demo udara "Dynamic Pegasus" dengan menggunakan Helikopter Colibri akan memeriahkan HUT ke-67 Tentara Nasional Indonesia pada 5 Oktober 2012 di Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Atraksi lima helikopter Colibri yang membentuk formasi `V` yang kemudian pecah menjadi dua elemen, di mana tiga helikopter naik ke atas dan dua pesawat melakukan "cross" itu ditampilkan dalam gladi bersih peringatan HUT ke-67 TNI di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu.

Gladi bersih yang disaksikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan ketiga kepala staf angkatan itu, tim "Dynamic Pegasus" juga melakukan formasi `head on`, di mana satu-persatu helikopter melintas dan dua helikopter menyilang ke atas. Gerakan ini merupakan strategi menembak sasaran ke bawah dan naik ke atas untuk menghindari tembakan dari bawah, kemudian bergerak ke bawah lagi untuk menembak dan pergi, dengan nama formasi `hit and run`.

Selanjutnya, tiga helikopter memutar ke sudut 360 derajat dengan cepat. Untuk salam penutup, kelima helikopter itu terbang berkumpul kemudian memencar. Ini dinamakan formasi sparkling pegasus.

Helikopter Colibri ini kerap digunakan TNI AU untuk melakukan misi operasional, pelatihan terbang, serta misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan bencana alam.

Selain itu acara juga dimeriahkan terbang lintas satu flight pesawat Super Tucano EMB-314 yang baru dibeli dari Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer) Brasil.

"Rencananya empat pesawat Super Tucano yang memperkuat TNI AU akan tampil dalam HUT TNI pada 5 Oktober 2012 nanti," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

Alutsista baru lainnya yang akan tampil dalam HUT TNI itu, yakni dua unit pesawat CN-295.

Serangkaian hari jadi TNI pada tahun ini dimeriahkan pula atraksi terjun bebas ratusan prajurit TNI. Mereka melakukan terjun payung "Free Fall", yang dilakukan oleh seratus penerjun dari semua angkatan TNI, enam di antaranya adalah penerjun wanita TNI yang sering mengikuti perlombaan terjun payung dan menorehkan prestasi.

Para penerjun itu terjun dari ketinggian 8.000 kaki, empat di antaranya membawa bendera masing-masing angkatan (TNI AD, TNI AU, TNI AL, serta bendera Merah Putih) yang kemudian dikibarkan di angkasa. Satu persatu penerjun pun mendarat dengan rapi di Lanud Halim Perdanakusuma.

Tak lama setelah penerjun terakhir yang membawa bendera Merah Putih mendarat, 10 pesawat Hercules C-130 terbang satu-persatu di ketinggian 9.000 kaki di langit Halim Perdanakusuma. Dari pesawat-pesawat Hercules itu, terjun lagi 600 penerjun payung statik.

Ke-600 penerjun payung statik itu terbagi dalam 25 unit Pasukan Lintas Udara (Linud) 328 Brigif 17. Pasukan Linud 328 Brigif 17 adalah pasukan khusus untuk menyerang area musuh dari lintas udara dalam medan perang.

HUT ke-67 TNI juga dimeriahkan beragam atraksi keterampilan bela diri prajurit TNI dan aneka kesenian. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan memimpin langsung peringatan hari jadi TNI yang telah memasuki usia setengah abad lebih itu. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini