Anak Ujian, Ibu Menabrak Orang

TEMPO.CO, Jember - Mobil Suzuki Baleno dengan nomor polisi B 1562 XO yang dikemudikan Nyonya Umi, 40 tahun, Selasa, 8 Mei 2012, menyeruduk tiga sepeda motor yang sedang parkir di tepi jalan Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo dari aparat Kepolisian Sektor Kalisat, Umi mengaku larut dalam lamunan tentang anaknya yang duduk di sekolah dasar mengikuti Ujian Nasional (Unas). Akibatnya Umi tidak bisa konsentrasi saat menyetir.

Di hadapan polisi yang memeriksanya, Umi juga mengaku tidak bisa berkonsentrasi saat menjalankan mobilnya. Bahkan tidak sadar mobilnya menabrak tiga sepeda motor yang sedang parkir di depan sebuah toko.

"Saya tidak konsentrasi karena memikirkan anak yang sedang mengikuti ujian. Anak saya belajar hingga malam hari. Setelah mengantarkannya ke sekolah saya harus buru-buru ke kantor,” kata Umi yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Rumah Sakit Daerah Kalisat itu.

Salah seorang pemilik sepeda motor, Mustofa, menjelaskan saat itu sedang menelpon temannya sambil duduk di atas sepeda motornya. Tiba-tiba saja mobil yang dikemudikan Umi menabraknya hingga dia terpental. Mustofa mengalami luka ringan di bagian tangan dan tubuhnya.

Namun kasus kecelakaan lalu lintas itu diselesaikan secara musyawarah antara Umi dan para korban di Markas Polsek Kalisat. "Nyonya Umi mengakui keteledorannya, dan para korban juga bersedia berdamai dengan ganti rugi. Apalagi sepeda motor hanya rusak ringan, pemiliknya pun juga mengalami luka ringan,” ujar Kapolsek Kalisat, Ajun Komisaris Polisi Yatno Maryadi.

Sementara itu sedikitnya 81 murid Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Jember tidak mengikuti Unas. ”Sebanyak 79 orang dinyatakan mundur, dan dua orang mengajukan izin karena sakit,” ucap Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Jember, Mohammad Yasin.

Menurut Yasin, mereka yang dinyatakan mundur karena pindah dari Jember mengikuti orang tuanya. Adapun bagi murid yang sakit akan diberi kesempatan mengikuti ujian susulan.

MAHBUB DJUNAIDY

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini