Ahmad Dhani: Maia Makin Sulit Bawa Anak-Anak

Sebagai seorang ayah, Ahmad Dhani sejak awal menolak segala upaya untuk mengeksploitasi anak-anaknya oleh infotainment. Selama ini mantan istrinya, Maia kerap menggunakan langkah itu, dan sekaligus bentuk pelanggaran terhadap komitmennya selama ini.

"Beberapa kali sering terjadi eksploitasi konflik yang diberitakan menyangkut hubungan dengan anak-anak. Menyangkut saya atau Maia nggak apa-apa, tapi jangan anak-anak. Jadi ada beberapa komitmen yang belum bisa dilakukan, anak-anak tidak boleh dilibatkan dalam konflik apapun dalam sebuah pemberitaan, itu yang belum bisa dilakukan Maia," ungkap Ahmad Dhani di RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (25/08/2011).

Maia menurut pengakuannya datang ke rumah Dhani untuk merayakan Ultah Dul, namun tidak mendapatkan izin untuk masuk. Akhirnya, Dul yang ke luar rumah untuk menemui bundanya yang sedang menunggu di luar. Akhirnya Maia dan Dul merayakan ultah Dul di dalam mobil Maia.

Dhani melihat tindakan itu tidak lebih dari settingan Maia dan infotainment agar mendapatkan kesan dramatis. Justru menurut Dhani hal itu akan semakin menyulitkan Maia membawa anak-anaknya, karena sering menggunakan settingan infotainment.

"Konsekuensi Maia itu semakin susah membawa anak-anak. Saya melindungi pemberitaan anak-anak yang bersifat konflik. Yang ditakutkan anak-anak pemberitaannya yang bersifat negatif. Seperti kemarin tiup lilin di mobil itu settingan infotainment," tegas Dhani.

Terkait hak asuh anak, bola sekarang ada di Maia. Sejauh mana dia tidak melibatkan anak-anak dalam infotainment, yang justru mengeksploitasi mereka.

"Sebenarnya tinggal Maia komitmen, tidak melibatkan anak dalam konflik di infotainment. Bisa dilihat wajah Dul waktu tiup lilin dalam mobil, kan bisa di rumah, kan itu memang settingan infotainment," tegas Dhani lagi. (kpl/hen/dar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan