Ahmad Dhani Akan Biayai Pendidikan Anak Korban Kecelakaan Jagorawi Sampai S3?

DREAMERSRADIO.COM -

Kecelakaan yang melibatkan putera bungsu musisi Ahmad Dhani, Abdul Qadir Jaelani atau Dul pada Minggu (08/09) pukul 00.45 WIB dini hari di ruas jalan Tol Jagorawi menyebabkan 6 orang korban tewas dan 9 korban luka termasuk Dul dan rekannya Noval. Pihak kepolisian pun menetapkan bocah 13 tahun tersebut sebagai tersangka.

Sebagai seorang dari anak yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka, Ahmad Dhani pun bertanggung jawab pada keluarga korban dengan bersedia menaggung seluruh biaya perawatan korban luka di kecelakaan maut yang kini dirawat di Rumah Sakit Melia, Cibubur.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Rumah Sakit Melia pada Senin (09/09), mantan suami Maia Estianty ini pun mengungkapkan jika pihak keluarga korban tak memberikan keluhan dan permintaan yang berlebihan. Untuk pertanggungjawabannya atas insiden tersebut, Ahmad Dhani pun membuat perjanjian tertulis dengan keluarga korban.

Tak tanggung-tanggung, Ahmad Dhani pun bersedia menjadi orang tua asuh anak-anak korban kecelakaan tersebut dan membiayai sekolah hingga selesai jenjang S3. “Ada yang ingin anaknya sekolah sampai selesai, sampai S1, 2, 3, saya akan biayai dan itu menjadi tanggung jawab saya,” ungkapnya dikutip Kapanlagi.

“Ini adalah tanggung jawab yang tidak selesai di tahun 2013, tapi belasan tahun kedepan. Bisa dibilang saya orang tua asuh,” ujar Dhani. Ia pun membantah jika niat baiknya ini disalahartikan agar pihak korban tak melakukan tuntutan terhadap anaknya, melainkan hanya tanggung jawab moril.

Sementara itu, Dul sendiri masih menjalani perawatan secara intensif di ruang ICCU. Kabarnya Dul  sedang drop akibat pendarahan serius. Hal ini pun membuat Dhani menunda kunjungannya ke keluarga korban yang berada di Purbalingga dan Garut dikarena sang anak yang masih sering menangis dan mencari sang ayah.

Semoga permasalahan ini dapat diselesaikan secara baik dan adil ya Dreamers!

(ncl) 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Terkini